Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan Presiden Prabowo Subianto akan meninjau langsung dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu dekat.
Prasetyo mengatakan, rencana kunjungan Presiden Prabowo ke NTT saat ini tengah dipersiapkan oleh pemerintah. Namun, Istana belum menyampaikan kepastian waktu kunjungan tersebut.
“Sedang dipersiapkan dalam waktu dekat, insyaallah akan ke sana,” ujar Prasetyo kepada awak media di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Saat ditanya apakah kunjungan tersebut akan dilakukan pada Senin (24/8/2026) atau Selasa (25/8/2026), Prasetyo belum memberikan kepastian.
“Nanti kita kabarin,” katanya.
Baca Juga: Pengungsi Gempa NTT Tembus 110.785 Orang, Bantuan Capai 776 Ton
Rencana kunjungan tersebut dilakukan setelah gempa bumi mengguncang wilayah NTT dan pemerintah melakukan penanganan terhadap dampak bencana di lapangan.
Prasetyo sebelumnya mengatakan Presiden Prabowo terus meminta jajaran pemerintah untuk memastikan kebutuhan penanganan bencana dipenuhi. Pemerintah juga melakukan koordinasi lintas sektor dalam merespons berbagai kondisi darurat di daerah.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.
Hingga Sabtu, total pengungsi mencapai 150.576 jiwa. Peningkatan ini menunjukkan bahwa dampak gempa masih dirasakan luas oleh masyarakat, terutama karena aktivitas gempa susulan yang belum berhenti.
Baca Juga: BNPB: Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Mengungsi
“Pengungsi juga bertambah dari angka yang kemarin 130-an ribu, sekarang sudah mencapai 150.576 jiwa," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring pada Sabtu (22/8/2026).
Menurut BNPB, lonjakan jumlah pengungsi dipicu oleh masih terjadinya gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Kondisi ini membuat warga memilih bertahan di pengungsian demi keselamatan.
BNPB mencatat, hingga 22 Agustus 2026, telah terjadi 5.012 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 gempa susulan dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Kementerian PU Siapkan Rp109,78 Miliar untuk Penanganan Infrastruktur Pascagempa NTT
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














