Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebutuhan logistik dasar bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih mencukupi.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, bantuan logistik yang masuk melalui Posko Nasional di Bandar Udara Halim Perdanakusuma telah mencapai 2.032 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.539 ton telah didistribusikan ke wilayah terdampak.
“Untuk barang logistik yang masuk lewat Halim ada 2.032 ton. Yang masuk sudah distribusi ini 1.539 ton,” kata Suharyanto saat melaporkan perkembangan penanganan gempa kepada Presiden Prabowo Subianto, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Destry Damayanti Janji Perkuat Keamanan QRIS Jika Terpilih Jadi Gubernur BI
Distribusi logistik tersebut dilakukan melalui dua posko utama di daerah, yakni Labuan Bajo dan Maumere. Dari total bantuan yang telah didistribusikan melalui jalur Halim, sebanyak 1.035 ton dikirim ke Labuan Bajo dan 504 ton ke Maumere.
Selain melalui jalur udara, pemerintah juga mengoptimalkan distribusi menggunakan transportasi komersial dan jalur laut. BNPB mencatat pengiriman melalui TNI Angkatan Udara mencapai 34 sortie dengan muatan 445 ton, sementara penerbangan komersial mencapai 61 sortie dengan muatan 915 ton.
Sementara melalui jalur laut, bantuan yang telah dikirimkan mencapai 179 ton. BNPB juga mencatat terdapat bantuan yang dikirim langsung ke daerah tanpa melalui Halim Perdanakusuma.
Untuk Labuan Bajo, logistik yang masuk secara langsung mencapai 2.069 ton. Sedangkan bantuan yang masuk langsung ke Maumere mencapai 448 ton, dengan 332,9 ton di antaranya telah didistribusikan.
Suharyanto memastikan stok bantuan di tiga titik utama, yakni Halim Perdanakusuma, Labuan Bajo, dan Maumere, masih mencukupi. Bantuan tersebut berasal dari kementerian/lembaga, TNI/Polri, pihak swasta, serta pemerintah daerah dari berbagai wilayah.
“Artinya kami laporkan baik di Halim Perdanakusuma, di Labuan Bajo, maupun di Maumere ini barang cukup banyak tertumpuk dan setiap hari kita langsung berikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: SKK Migas Bakal Digantikan Badan Usaha Khusus, DPR Siapkan RUU Migas Rampung 2026
Menurut Suharyanto, tantangan utama saat ini bukan lagi ketersediaan logistik maupun pengiriman dari Jakarta menuju NTT. Kendala justru berada pada distribusi dari tingkat kabupaten menuju kecamatan, desa, hingga titik pengungsian mandiri yang tersebar.
Untuk mempercepat distribusi, BNPB menyiapkan 50 truk dari Labuan Bajo menuju kabupaten/kota terdampak dan 40 truk dari Maumere. Pemerintah juga mengerahkan 200 sepeda motor untuk menjangkau lokasi yang sulit dilewati kendaraan besar.
Selain itu, personel TNI turut membantu proses mobilisasi bantuan menuju titik-titik pengungsian yang terpencil. Langkah tersebut dilakukan karena sebagian masyarakat memilih mengungsi secara mandiri di lokasi yang jauh dari pusat pengungsian.
“Kendalanya memang karena gempanya banyak, kemudian gempa-gempa besarnya ratusan kali terasa. Masyarakat Flores ini takut, sehingga mereka mengungsi di titik-titik yang jauh, pengungsi-pengungsi mandiri,” jelas Suharyanto.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut pemerintah kembali mengirimkan bantuan logistik yang diangkut oleh 6 pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Menurutnya, bantuan tersebut diberangkatkan menuju NTT dan Kalimantan sesuai dengan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Karhutla Rampung Dua Pekan, Purbaya Pastikan Anggaran Siap
“Pagi ini, Senin 24 Agustus 2026 pukul 04.30, kembali diberangkatkan 6 pesawat TNI AU menuju NTT dan menuju Kalimantan. Tiga pesawat menuju NTT akan mendarat di Labuan Bajo dan Maumere. Tiga pesawat akan mendarat di Kalimantan, tepatnya di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin,” ujar Seskab Teddy kepada awak media.
Tiga pesawat yang menuju NTT membawa sekitar 31 ton bantuan logistik, yang terdiri atas makanan siap makan, biskuit, wafer, protein bar, roti, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya. Selain bantuan logistik, pemerintah juga mengirimkan perlengkapan permainan untuk mendukung pemulihan psikososial anak-anak di daerah terdampak.
Sementara itu, tiga pesawat yang menuju Kalimantan mengangkut 500 unit mesin pompa air. Pengiriman tersebut merupakan respons cepat pemerintah atas permintaan para gubernur di wilayah Kalimantan, sekaligus bagian dari total 2.000 unit mesin pompa air yang diperintahkan Presiden Prabowo untuk segera didistribusikan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














