kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

BKKBN: Dana sosialiasi minim, penduduk membengkak


Jumat, 20 Agustus 2010 / 17:08 WIB
BKKBN: Dana sosialiasi minim, penduduk membengkak


Reporter: Adi Wikanto |


JAKARTA. Tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia meledak mencapai 237,6 juta jiwa. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berkilah, hal itu dukungan program KB dalam 10 tahun terakhir sangat kurang, yakni minimnya dana dan tidak adanya payung hukum.

Kepala BKKBN Sugiri Syarief mengakui, dalam sepuluh tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk tidak sesuai target. Per tahun, penduduk tumbuh 1,49%. Padahal, pemerintah menargetkan pada 2015 mendatang, laju pertumbuhan penduduk hanya 1,1%. "Dana sosialiasi di BKKBN sangat minim," kata Sugiri, disela-sela seminar kesehatan keluarga di DPR, Jumat (20/8).

Sugiri bilang, setiap tahun hanya mendapat dana sosialiasi Rp 30 miliar. "Dana itu jauh lebih kecil dari biaya promosi rokok yang mencapai Rp 100 miliar," kata Sugiri.

Tak hanya itu, dalam 10 tahun terakhir, pemerintah dan DPR juga tidak mendukung program KB. Terbukti, dari tahun 2000 hingga 2007, tidak ada payung hukum yang jelas dalam program KB. "Makanya, program KB tidak berjalan optimal," kata Sugiri.

Namun, Sugiri optimis, laju pertumbuhan penduduk tidak akan meledak lagi. Sebab, mulai tahun 2007 sudah ada aturan hukumnya. Sejak saat itu, BKKBN terus meningkatkan jumlah klinik dan penyuluh KB. "Dari target 23.500 klinik, sekarang sudah tersedia 22.403 klinik," kata Sugiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×