kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.112   60,00   0,35%
  • IDX 7.283   3,35   0,05%
  • KOMPAS100 1.006   -0,79   -0,08%
  • LQ45 732   -1,48   -0,20%
  • ISSI 263   2,38   0,91%
  • IDX30 393   -6,02   -1,51%
  • IDXHIDIV20 480   -7,10   -1,46%
  • IDX80 113   -0,09   -0,08%
  • IDXV30 133   -1,31   -0,98%
  • IDXQ30 127   -2,01   -1,56%

BJ Habibie dan celotehan titik merah kecil yang bikin Singapura malah bangga


Kamis, 12 September 2019 / 16:34 WIB
ILUSTRASI. BJ Habibie dan celotehan titik merah kecil yang bikin Singapura malah bangga


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mantan Presiden RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/9) petang. 

Di dunia internasional, sosok BJ Habibie dikenal karena karyanya di bidang kedirgantaraan, termasuk di antaranya adalah mengembangkan pesawat Airbus A-300B.

Baca Juga: Inspirasi BJ Habibie menghargai produk lokal

Kemudian di dunia politik, dia juga dikenang karena melakukan liberalisasi kebebasan pers serta partai politik dan menghelat pemilu dini pada 1999.

Meski menjabat singkat, yakni selama setahun, BJ Habibie pernah mengucapkan sebuah kutipan yang kemudian menjadi populer dan melegenda di Singapura.

Kutipan itu adalah little red dot atau titik merah kecil. Kalimat itu dia ucapkan sebagai bentuk kritik dalam artikel yang dipublikasikan Asian Wall Street Journal 4 Agustus 1998.

Dilansir Mothership Mei 2018, kutipan itu muncul setelah Indonesia kolaps pasca-dihantam krisis finansial 1997 dengan GDP negara anjlok hingga menyentuh 15 persen.

Namun, di sisi lain Singapura tidak menderita terlalu parah meski ekonomi mereka melambat sebagai dampak dari menurunnya permintaan dan kepercayaan di Asia Tenggara.

Krisis ekonomi yang melanda memaksa Presiden Soeharto mengundurkan diri. Penerusnya, BJ Habibie, merasa bahwa Negeri Singa tidak antusias menerimanya.

Baca Juga: Menteri senior Singapura ini merasa kehilangan sosok BJ Habibie

Bahkan, pendiri sekaligus perdana menteri pertama Lee Kuan Yew menyatakan pasar bakal menyambut negatif dengan rupiah bakal anjlok jika Habibie menjadi wakil presiden.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×