kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BI: Transaksi impor pakai won korea masih minim


Kamis, 06 Maret 2014 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. BUMN bidang konstruksi atau biasa disebut BUMN Karya menargetkan raihan kontrak baru dari tender proyek IKN Nusantara. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menandatangani perjanjian kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan Bank of Korea senilai Rp 115 triliun atau 10,7 triliun korean won atau ekuivalen dengan US$ 10 miliar.

Penandatanganan ini merupakan implementasi dari kesepakatan Indonesia dan Korea untuk melakukan bilateral swap pada 12 Oktober 2013 lalu.

Perjanjian BCSA antara Indonesia dan Korea ini menggunakan mata uang rupiah dan korean won. Jadi, Korea bisa melakukan swap ke mata uang rupiah senilai Rp 115 triliun. Sedangkan Indonesia bisa melakukan swap ke mata uang korean won senilai 10,7 triliun won.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, tujuan BCSA dengan Bank Sentral Korea adalah untuk mendukung perdagangan Indonesia dan Korea.

Perdagangan antar Indonesia dan Korea terus berkembang sehingga membutuhkan transaksi perdagangan dalam mata uang lokal guna mendukung stabilitas keuangan.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional BI Aida S. Budiman mengatakan Korea adalah negara nomor lima terbesar tujuan ekspor Indonesia. Sedangkan untuk impor, Korea menduduki posisi enam terbesar.

Namun, dari kinerja impor, transaksi yang menggunakan korean won sangatlah sedikit. BI mencatat total impor 2013 dari Korea mencapai US$ 11,6 miliar. "Namun yang gunakan korean won baru US$ 5,9 juta," tandas Aida. Mayoritas menggunakan hard currency seperti dolar AS.

Inilah yang kemudian menggiatkan BI untuk mendorong transaksi dalam korean won. Hal ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×