kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.627   5,58   0,07%
  • KOMPAS100 1.053   1,21   0,12%
  • LQ45 758   0,88   0,12%
  • ISSI 277   0,54   0,19%
  • IDX30 404   0,63   0,16%
  • IDXHIDIV20 491   2,68   0,55%
  • IDX80 118   0,21   0,18%
  • IDXV30 140   1,09   0,79%
  • IDXQ30 130   0,49   0,38%

BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5% hingga Ada Tanda Kenaikan Inflasi Inti, Sampai Kapan?


Rabu, 23 Februari 2022 / 20:23 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo saat pertemuan Finance and Central Bank Deputies Meeting (FCBD) negara-negara G20 di Jakarta, Rabu (16/2/2022). BI masih akan menahan suku bunga acuan di level 3,5% sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi secara fundamental.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia atau BI kembali menegaskan, masih akan menahan suku bunga acuan di level terendah sepanjang sejarah, 3,5% sampai ada tanda-tanda kenaikan inflasi secara fundamental.

"Tanda-tanda awal kenaikan inflasi secara fundamental kemungkinan di kuartal ketiga (tahun ini)," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam focus group discussion BI dengan pemimpin redaksi media massa secara daring, Rabu (23/2).

Inflasi secara fundamental, dia menjelaskan, maksudnya adalah inflasi inti. Inflasi inti merupakan komponen inflasi yang pergerakannya cenderung tetap atau  persisten.

Tapi, Perry menegaskan, bukan berarti pada kuartal III-2022 inflasi inti melebihi sasaran BI di kisaran 2%-4%. Tapi, di triwulan itu muncul tanda-tanda awal kenaikan inflasi inti. 

Menurutnya, inflasi inti melebihi sasaran BI di rentang 2%-4% baru akan terjadi satu atau dua tahun ke depan dari kuartal III-2022. "Pengaruh suku bunga acuan satu dua tahun ke depan," ujar Perry.

Baca Juga: Bank Dunia: Peningkatan Suku Bunga The Fed Jadi Dilema Bank Indonesia

Tahun ini, dia menyebutkan, permintaan masyarakat masih lebih rendah dari kapasitas produksi. Sehingga, inflasi inti tidak akan melewati sasaran BI di kisaran 2%-4%.

BI memproyeksikan, inflasi tahun ini akan terkendali dalam sasaran 3% plus minus 1%, sejalan dengan masih memadainya sisi penawaran dalam merespons kenaikan sisi permintaan.

Kemudian, seiring juga dengan ekspektasi inflasi tetap terkendali, stabilitas nilai tukar rupiah, serta respons kebijakan yang BI dan pemerintah tempuh.

BI tetap berkomitemen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah melalui tim pengendali inflasi pusat dan daerah guna menjaga indeks harga konsumen dalam kisaran sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×