kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.038   30,00   0,17%
  • IDX 6.283   48,43   0,78%
  • KOMPAS100 825   6,52   0,80%
  • LQ45 629   4,92   0,79%
  • ISSI 217   1,40   0,65%
  • IDX30 353   3,23   0,92%
  • IDXHIDIV20 434   3,14   0,73%
  • IDX80 94   0,70   0,75%
  • IDXV30 120   0,82   0,69%
  • IDXQ30 113   0,78   0,70%

BI: Perubahan Iklim Berpotensi Ganggu Stabilitas Moneter dan Sistem Keuangan


Sabtu, 19 Februari 2022 / 08:15 WIB


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan, perubahan iklim yang disebabkan oleh kenaikan emisi karbon akan berpotensi mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan.

Untuk itu, pemanasan global akibat emisi rumah kaca ini menjadi perhatian yang signifikan karena mengarah pada ancaman, seperti cuaca ekstrim, krisis air bersih, kebakaran hutan dan gangguan lingkungan yang mengkhawatirkan dan lebih berpotensi mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan.

Destry bilang, masalah perubahan iklim ini harus secara seksama diatasi. Mengingat, berdasarkan perhitungan ahli biaya penanganan akibat perubahan iklim diperkirakan lebih tinggi daripada biaya penanganan krisis global.

Baca Juga: BI Beberkan 3 Strategi Ekonomi Hijau untuk Dorong Inisiatif Keuangan Berkelanjutan

“Biaya penanganan masalah cuaca ekstrim yang telah mencapai US$ 5,1 triliun dalam 20 tahun terakhir dan lebih tinggi dari biaya penanganan krisis global tahun 2008,” ujarnya dalam Seminar "Building a Resilient Sustainable Finance", Jumat (18/2).

Sejumlah analis juga menyebut jika tidak ada penanganan perubahan iklim, maka suhu bumi diproyeksi akan naik sekitar 3,2° celcius, bahkan akan berimbas pada ekonomi dunia akan kehilangan 80%.

Akan tetapi, jika komitmen Paris Agreement dijalankan oleh seluruh negara, maka akan meminimalisir kenaikan temperatur global. 

Destry bilang, jika Perjanjian Paris dicapai dengan suhu tambahan maksimum di bawah 2° celcius, maka  PDB global hanya akan hilang 4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×