kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

BI: Nilai rupiah sudah undervalued


Selasa, 18 Agustus 2015 / 20:06 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Nilai mata uang Garuda terus terdepresiasi. Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah Selasa (18/8) bertengger pada posisi Rp 18.831 per dollar AS atau terdepresiasi 0,49% dari posisi akhir pekan lalu.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, fundamental Indonesia saat ini dapat dikatakan baik. Defisit neraca transaksi berjalan triwulan II-2015 sebesar US$ 4,5 miliar atau 2,1% dari produk domestik bruto (PDB) atau US$ 4,5 miliar. Angka ini menunjukkan perbaikan dibanding defisit 4,3% dari PDB atau US$ 9,6 miliar pada triwulan II-2014.

Inflasi pun relatif terkendali di mana inflasi Juli tercatat 0,93% dan inflasi tahunan 7,26%. Hingga akhir tahun BI melihat inflasi akan berada pada rentang 3%-5%.

Dengan dua indikator utama fundamental ini, seharusnya rupiah mengalami perbaikan. "Makanya secara fundamental rupiah kita sudah undervalued," terang Perry. Faktor eksternal menyebabkan tekanan besar sehingga nilai rupiah terlalu murah.

Atas pertimbangan ini Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa (18/8) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,5% dengan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing tetap pada level 5,5% dan 8%. Kisruh kenaikan suku bunga Amerika dan devaluasi Yuan menjadi faktor eksternal yang kuat pengaruhnya pada rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×