kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

BI ingin pastikan dampak BBM hanya sebentar


Kamis, 20 November 2014 / 22:43 WIB
ILUSTRASI. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyetujui pembayaran dividen US$ 30 sehingga total menjadi US$ 100 juta setelah ditambah dividen interim Januari 2023.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 2.000 per liter sejak Selasa (18/11). Kenaikan harga ini tentu akan memicu lonjakan inflasi. Bank Indonesia (BI) pun lantas menaikkan suku bunga acuan (BI rate) ke level 7,75%.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan menaikkan BI rate tersebut sebagai langkah pencegahan untuk memitigasi dampak lanjutan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tekanan inflasi ke depan.

"Kami ingin memastikan bahwa tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM hanya bersifat sementara," ujar Agus dalam Sambutan Akhir Tahun Gubernur BI dan Pertemuan Tahunan Perbankan 2014 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (20/11).

BI ingin laju inflasi serta ekspektasinya ke depan tetap berjangkar pada kisaran sasaran 4% plus minus 1%. Dengan inflasi yang terjaga, BI yakin tabungan riil dan daya beli masyarakat tidak akan tergerus. "Sehingga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan laju pengentasan kemiskinan yang lebih kuat ke depan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×