kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BI ingin pastikan dampak BBM hanya sebentar


Kamis, 20 November 2014 / 22:43 WIB
BI ingin pastikan dampak BBM hanya sebentar
ILUSTRASI. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyetujui pembayaran dividen US$ 30 sehingga total menjadi US$ 100 juta setelah ditambah dividen interim Januari 2023.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 2.000 per liter sejak Selasa (18/11). Kenaikan harga ini tentu akan memicu lonjakan inflasi. Bank Indonesia (BI) pun lantas menaikkan suku bunga acuan (BI rate) ke level 7,75%.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan menaikkan BI rate tersebut sebagai langkah pencegahan untuk memitigasi dampak lanjutan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tekanan inflasi ke depan.

"Kami ingin memastikan bahwa tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM hanya bersifat sementara," ujar Agus dalam Sambutan Akhir Tahun Gubernur BI dan Pertemuan Tahunan Perbankan 2014 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (20/11).

BI ingin laju inflasi serta ekspektasinya ke depan tetap berjangkar pada kisaran sasaran 4% plus minus 1%. Dengan inflasi yang terjaga, BI yakin tabungan riil dan daya beli masyarakat tidak akan tergerus. "Sehingga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan laju pengentasan kemiskinan yang lebih kuat ke depan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×