kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BI Diyakini Akan Menahan Suku Bunga Acuan pada November 2023


Senin, 20 November 2023 / 16:11 WIB
BI Diyakini Akan Menahan Suku Bunga Acuan pada November 2023
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia di Jakarta.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Bank Syariah Indonesia (BSI) meyakini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00% dalam pertemuan Dewan Gubernur BI bulan November 2023. 

Ekonom BSI Kurniawati Yuli Ashari mengungkapkan, ini sejalan dengan inflasi yang terjaga rendah dan rupiah yang lebih stabil. 

“Perkiraan tersebut sejalan dengan tingkat inflasi yang terjaga rendah, juga Rupiah mengalami perkembangan cukup baik selama sebulan belakangan,” terang Kurniawati kepada Kontan.co.id, Senin (20/11). 

Kurniawati menambahkan, sejak 19 Oktober 2023, nilai tukar rupiah menguat sebesar 2,6% ke level sekitar Rp 15.400. 

Baca Juga: Guyuran Insentif akan Dorong Pertumbuhan Sektor Properti

Sedangkan dari sisi global, tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) dan Eropa pada Oktober 2023, turun lebih dalam dari ekspektasi pasar. Sehingga ini memunculkan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan global akan tertahan. 

“Hal tersebut mungkin dijadikan pertimbangan bagi BI untuk mempertahankan suku bunga acuannya,” tambah Kurniawati. 

Sedangkan pada bulan depan atau pada akhir tahun 2023, Kurniwati melihat keputusan suku bunga acuan BI masih akan menunggu hasil pertemuan bank sentral AS pada Desember 2023. 

Karena masih ada kemungkinan, suku bunga acuan AS pada bulan depan akan naik sekali lagi. 

Namun demikian, ia yakin inflasi akan tetap rendah di bawah 3% YoY, meski volatilitas pasar keuangan global masih ada sehingga berdampak ke nilai tukar rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×