kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.887   5,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

BI: Defisit transaksi berjalan akan turun


Senin, 19 Agustus 2013 / 23:07 WIB
OPINI - Benny Gunawan Ardiansyah: Mengurai Pelaporan SPT dan LHKPN. Beliau adalah Dosen Politeknik Keuangan STAN, Kementerian Keuangan.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Defisit transaksi berjalan atau current account Indonesia terus melebar menjadi 4,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar US$ 9,8 miliar pada triwulan II 2013. Bank Indonesia (BI) memprediksi defisit transaksi berjalan ini akan mengempis menjadi 2,7% dari PDB di triwulan III mendatang.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan penurunan defisit ini dikarenakan impor migas yang akan menurun di triwulan III. "Oleh sebab itu perkiraan kita di triwulan III akan menurun (defisit)," ujarnya di Jakarta, Senin (19/8).

Sejalan dengan BI, Menteri Keuangan Chatib Basri pun menjelaskan defisit transaksi berjalan di triwulan III akan mengempis.  Pengempisan ini seiring dengan impor minyak yang akan turun akibat kenaikan BBM. Defisit yang membengkak di triwulan II disebabkan harga komoditi yang menurun sehingga memukul ekspor nasional.

Inilah, menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menjadi salah satu faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×