kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.541.000   21.000   1,38%
  • USD/IDR 15.880   50,00   0,31%
  • IDX 7.196   54,65   0,77%
  • KOMPAS100 1.104   9,46   0,86%
  • LQ45 877   10,80   1,25%
  • ISSI 221   0,74   0,34%
  • IDX30 449   6,10   1,38%
  • IDXHIDIV20 540   5,33   1,00%
  • IDX80 127   1,26   1,00%
  • IDXV30 135   0,57   0,43%
  • IDXQ30 149   1,56   1,06%

Rupiah nyaris 10.600, BI: Masih sesuai fundamental


Senin, 19 Agustus 2013 / 16:59 WIB
Rupiah nyaris 10.600, BI: Masih sesuai fundamental
ILUSTRASI. Instagram app is seen on a smartphone in this illustration taken, July 13, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Hari ini, Senin (19/8), per pukul 15.58, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah ke posisi Rp 10.569. Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar ini masih sesuai dengan nilai tukar fundamental BI.

Deputi Gubernur PI Perry Warjiyo mengungkapkan tiga hal berkaitan dengan melemahnya rupiah hari ini. Pertama, kondisi rupiah masih mengikuti  perkembangan regional yang ada.

Kedua, hari ini semua nilai mata uang terdepresiasi sebagai respon atas apa yang terjadi di pasar keuangan.

"Untuk rupiah ini juga merespon sebenarnya kondisi current account yang kemarin kami umumkan itu," ujar Perry di Jakarta, Senin (18/8).

Asal tahu saja, BI mengumumkan defisit current account atawa neraca transaksi berjalan pada triwulan II sebesar US$ 9,8 miliar atau melonjak dari sebelumnya pada triwulan I sebesar US$ 5,8 miliar.

Kondisi defisit transaksi berjalan yang disinyalir akan membaik alias mengempis pada kuartal III dan IV mendatang diharapkan dapat membuat nilai tukar rupiah menguat.

Oleh sebab itu, dalam hal ini sebagai point ketiga, BI akan tetap memonitor market untuk stabilisasi rupiah. Yang perlu dicatat adalah stabilisasi rupiah dijaga agar sesuai dengan fundamental.

Sejalan dengan BI, Menteri Keuangan Chatib Basri berpendapat, bahwa nilai tukar rupiah yang melemah ini masih dalam tahap aman.

"Gak apa-apa. Kalau soal aman, Anda mesti bandingkan dengan mata uang negara lain," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×