kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Defisit neraca pembayaran turun US$ 4,1 miliar


Jumat, 16 Agustus 2013 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencetak kenaikan laba bersih 20,23% di 2021


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa

JAKARTA. Defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mengalami penurunan US$ 4,1 miliar pada akhir Juni. Di kuartal pertama 2013, neraca pembayaran Indonesia mengalami defisit US$ 6,6 miliar. Lalu di kuartal kedua, defisitnya berkurang menjadi US$ 2,5 miliar.

"Bauran kebijakan yang BI buat dan didukung kebijakan pemerintah di bidang fiskal, berhasil mengurangi dampak negatif dari memburuknya kondisi ekonomi dan keuangan global terhadap NPI," sebut Gubernur BI, Agus DW Martwardojo, dalam siaran pers, Jumat, (16/8).

Ia bilang, penurunan defisit NPI tersebut ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang kembali surplus setelah triwulan sebelumnya mengalami defisit cukup besar. Kemudian, ada juga defisit transaksi berjalan yang meningkat sesuai pola musimannya.

Seiring NPI yang masih defisit ini, jumlah cadangan devisa pun mengalami penurunan dari US$ 105,1 miliar di Mei menjadi US$ 98,095 miliar di akhir Juni. Meski begitu, jumlahnya masih cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri selama 5,4 bulan.

Pada akhir Juli, cadangan devisa Indonesia kembali jatuh. Posisinya yakni US$ 92,671 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 5,1 bulan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×