kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

BI Andalkan B50 untuk Tekan Impor Energi dan Jaga Rupiah


Senin, 26 Oktober 2026 / 15:50 WIB
BI Andalkan B50 untuk Tekan Impor Energi dan Jaga Rupiah
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mendorong penguatan ekspor dan substitusi impor untuk memperkuat neraca pembayaran Indonesia di tengah tekanan sektor eksternal.

Upaya ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah, terutama di tengah tingginya kebutuhan impor energi.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, penguatan sektor eksternal menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi Indonesia. Pasalnya, neraca pembayaran menghadapi tekanan, termasuk dari defisit transaksi berjalan.

“Strategi export promotion dan import substitution itu menjadi kunci,” ujar Destry dalam agenda Technology Innovation Invesment Forkum Danantara 2026, Senin (26/10/2026).

Baca Juga: BI Perkuat Insentif Lindung Nilai Jaga Rupiah, Ekonom Soroti Risiko Kewajiban

Menurut Destry, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan defisit eksternal adalah mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Implementasi program biodiesel B50 dan pengembangan bahan bakar berbasis etanol E20 diharapkan dapat membantu menekan kebutuhan impor energi nasional.

Pasalnya, tingginya impor energi turut memperbesar tekanan terhadap neraca perdagangan dan pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain mendorong ekspor dan substitusi impor, BI juga memperkuat diversifikasi penggunaan mata uang dalam transaksi perdagangan dan investasi internasional melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Destry menyebut, BI telah menjalin kerja sama LCT dengan sekitar enam hingga tujuh negara mitra.

Melalui skema ini, transaksi perdagangan dan investasi dilakukan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara, sehingga ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dapat dikurangi.

Nilai transaksi melalui skema LCT pun menunjukkan peningkatan signifikan. Destry menyebut, nilai transaksi tersebut saat ini telah mencapai sekitar US$ 55 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang baru sekitar US$ 25 miliar.

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sektor ESDM Masih Dibayangi Impor dan Tata Kelola

China menjadi salah satu kontributor utama dalam transaksi LCT tersebut.

“Dengan adanya diversifikasi penggunaan mata uang untuk transaksi ekspor, impor ataupun investasi, tentu nantinya ini akan mengurangi penggunaan dolar AS sehingga nilai tukar kita juga akan bisa lebih seimbang,” kata Destry.

Lebih lanjut, BI juga terus memperluas kerja sama pembayaran lintas negara melalui QRIS cross-border. Saat ini, kerja sama tersebut telah mencakup tujuh negara.

Destry mengatakan, sejumlah negara juga menunjukkan minat untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia.

Singapura, misalnya, telah menjalin kerja sama QRIS cross-border dan berminat bergabung dalam skema LCT. Sementara itu, India juga menyatakan minat untuk menjajaki kerja sama LCT dan QRIS cross-border.

Menurut Destry, penguatan kerja sama bilateral menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dan sistem pembayaran lintas negara di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengendalian RKAB dan Impor Energi Jadi Sorotan

Karena itu, BI akan terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara mitra guna memperkuat transaksi perdagangan dan investasi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×