kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.115   18,00   0,10%
  • IDX 5.448   8,77   0,16%
  • KOMPAS100 705   1,97   0,28%
  • LQ45 547   -0,55   -0,10%
  • ISSI 187   0,66   0,35%
  • IDX30 306   -0,70   -0,23%
  • IDXHIDIV20 401   -1,72   -0,43%
  • IDX80 81   0,22   0,27%
  • IDXV30 112   -0,12   -0,11%
  • IDXQ30 101   -0,54   -0,53%

Survei LPEM FEB UI: 86% Ekonom Khawatir Program MBG Tak Penuhi Ekspektasi


Senin, 26 Oktober 2026 / 08:57 WIB
Survei LPEM FEB UI: 86% Ekonom Khawatir Program MBG Tak Penuhi Ekspektasi
ILUSTRASI. Penerima manfaat MBG dalam dua tahun pemerintahan Prabowo (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), hingga target pertumbuhan ekonomi 8% menjadi agenda pemerintah yang paling dikhawatirkan tidak memenuhi ekspektasi oleh para ekonom.

Temuan tersebut tercantum dalam Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026 yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Hasil survei menunjukkan, ketiga agenda tersebut menjadi perhatian utama ekonom terkait kemampuan pemerintah merealisasikan target yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Polemik Ijazah Gibran Berlanjut, PDI-P Buka Ruang Dialog dengan PKS

Dari total 63 ekonom yang menjadi responden, sebanyak 54 orang atau 86% menilai program MBG, khususnya ambisinya sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi, berisiko tidak memenuhi ekspektasi.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya ambisinya sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi, menjadi agenda yang paling banyak dinilai berisiko tidak memenuhi ekspektasi,” tulis laporan tersebut, dikutip Minggu (25/10/2026).

Kekhawatiran berikutnya tertuju pada program KDMP. Sebanyak 48 responden atau 76% menilai program tersebut berisiko tidak memenuhi ekspektasi.

Sementara itu, target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dipilih oleh 43 responden atau 68%.

Tingginya persentase responden yang menyoroti ketiga agenda tersebut menunjukkan adanya perhatian ekonom terhadap tantangan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Baca Juga: Viral Foto Menkes Pakai Tabung Oksigen, Kemenkes Beri Klarifikas

Khusus MBG, tantangannya tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga ekspektasi agar program tersebut mampu memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi.

Adapun sejumlah agenda pemerintah lainnya relatif lebih sedikit dinilai berisiko tidak memenuhi ekspektasi. Investasi yang dipimpin Danantara dipilih oleh 14 responden atau 22%.

Selanjutnya, hilirisasi dan industrialisasi dipilih oleh delapan responden atau 13%, sedangkan Program Tiga Juta Rumah dipilih oleh tujuh responden atau 11%.

“Para ekonom menunjukkan kekhawatiran terbesar terhadap kemampuan tiga agenda utama pemerintah dalam memenuhi ekspektasi yang ada saat ini,” tulis laporan tersebut.

Meski demikian, hasil survei ini menggambarkan persepsi para ekonom terhadap risiko tidak terpenuhinya ekspektasi atas agenda pemerintah.

Penilaian tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa program-program tersebut dipastikan gagal mencapai target.

Baca Juga: Pendaftaran Mitra Magang Nasional Diperpanjang, APINDO & KADIN Soroti Tantangan Usaha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×