kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.143   46,00   0,25%
  • IDX 5.370   -69,71   -1,28%
  • KOMPAS100 695   -8,06   -1,15%
  • LQ45 540   -7,07   -1,29%
  • ISSI 184   -2,44   -1,31%
  • IDX30 302   -3,96   -1,29%
  • IDXHIDIV20 398   -4,97   -1,23%
  • IDX80 80   -0,86   -1,06%
  • IDXV30 111   -1,24   -1,10%
  • IDXQ30 101   -1,20   -1,18%

Danantara Siapkan BUMN Tekstil, Buka Opsi Hidupkan Sritex


Senin, 26 Oktober 2026 / 12:59 WIB
Danantara Siapkan BUMN Tekstil, Buka Opsi Hidupkan Sritex
ILUSTRASI. Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) membuka peluang mengakuisisi perusahaan tekstil yang sudah ada, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) untuk membangun badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil. 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, pembangunan perusahaan tekstil dapat dilakukan melalui sejumlah skema, baik dengan mengambil alih perusahaan yang sudah beroperasi maupun membangun perusahaan baru dari nol.

Menurut Dony, akuisisi perusahaan yang sudah ada menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan, terutama jika perusahaan tersebut memiliki dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Gibran Minta Distribusi Solar Subsidi untuk Nelayan Cilacap Dibenahi

"Kalau dia berdampak, misalkan tadi kalau dia mati terjadi pengurangan karyawan yang banyak, nah ini kan kita harus selamatkan juga yang begitu. Tapi kita perbaiki bisnis modelnya dengan benar dan dengan lebih rapi," ujar Dony dijumpai di Jakarta, Senin (26/10/2026). 

Dia menegaskan, opsi pengambilalihan perusahaan bukan berarti Danantara akan menggabungkan seluruh perusahaan tekstil yang ada. Danantara masih mengkaji berbagai kemungkinan untuk menentukan model bisnis yang sesuai bagi pengembangan industri tekstil nasional.

Dony juga mengonfirmasi bahwa Sritex termasuk dalam opsi yang sedang dievaluasi terkait rencana akuisisi ini. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai langkah yang akan diambil terhadap perusahaan tekstil tersebut.

"Ya, tadi yang ditanya, kita sedang lakukan evaluasi. Mudah-mudahan nanti teman-teman akan lihat. Semua akan terbuka nanti begitu kita mulai," katanya.

Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa rencana pengembangan BUMN tekstil tidak hanya berfokus pada industri hilir atau downstream. 

Baca Juga: Survei LPEM FEB UI: 59% Ekonom Ragukan Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

Dony bilang Danantara juga ingin membangun ekosistem industri tekstil secara terintegrasi, mulai dari hulu (upstream), industri antara (midstream), hingga hilir.

Dengan cakupan tersebut, pengembangan BUMN tekstil diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri dalam negeri. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi pasar domestik yang besar untuk memenuhi kebutuhan tekstil masyarakat Indonesia.

Dony menilai, pengembangan industri tekstil memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja. Karena itu, Danantara serius mengkaji pembangunan perusahaan di sektor tersebut, termasuk melalui opsi akuisisi maupun pendirian perusahaan baru.

Dia menambahkan, besarnya jumlah penduduk Indonesia seharusnya menjadi peluang bagi pengembangan industri tekstil nasional. Pasar domestik yang luas dinilai dapat menjadi salah satu penopang bagi keberlangsungan bisnis tekstil dalam negeri.

"Kita serius karena dampaknya kan membuka lapangan pekerjaan yang banyak. Apalagi dengan market yang kita punya. Kita punya masyarakat hampir 300 juta penduduk kita. Masa kita enggak bisa menyediakan tekstil kita sendiri?" ujar Donny. 

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Sarmuji mengatakan, BUMN Tekstil akan menjadi wadah untuk menyatukan kekuatan sejumlah perusahaan di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT).  

Menurutnya, perusahaan pelat merah tersebut nantinya akan mengakuisisi sejumlah perusahaan tekstil, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). 

"Memang nanti ada beberapa perusahaan tekstil yang diakuisisi. Iya [termasuk Sritex], dan beberapa perusahaan nanti diakuisisi," ujar Sarmuji ditemui di Kemenperin, Selasa (13/10/2026). 

Menurut Sarmuji, konsolidasi tersebut diharapkan dapat memperkuat industri TPT nasional. Pasalnya, setiap perusahaan tekstil memiliki kekuatan masing-masing yang dapat disinergikan melalui BUMN Tekstil.

"Itu menjadi lebih bermakna nanti karena menyatukan beberapa kekuatan. Satu tekstil dengan perusahaan tekstil lain punya kekuatan masing-masing. Nanti kita akan sinergikan," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×