kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.142   45,00   0,25%
  • IDX 5.375   -64,48   -1,19%
  • KOMPAS100 695   -7,60   -1,08%
  • LQ45 540   -6,73   -1,23%
  • ISSI 184   -2,04   -1,10%
  • IDX30 302   -3,84   -1,25%
  • IDXHIDIV20 399   -4,58   -1,14%
  • IDX80 80   -0,82   -1,02%
  • IDXV30 111   -1,38   -1,23%
  • IDXQ30 101   -1,04   -1,02%

Survei LPEM FEB UI: 59% Ekonom Ragukan Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027


Senin, 26 Oktober 2026 / 10:40 WIB
Survei LPEM FEB UI: 59% Ekonom Ragukan Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027
ILUSTRASI. Pertumbuhan Ekonomi - Pembangunan gedung bertingkat di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027 menjadi asumsi makroekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang paling diragukan pencapaiannya oleh para ekonom.

Hasil Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026 yang dirilis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan, sebanyak 37 dari 63 ekonom responden atau 59% menilai target pertumbuhan ekonomi 6% sebagai asumsi yang paling sulit dicapai pemerintah.

Baca Juga: Danantara Targetkan 700 BUMN Dirampingkan, Garuda Institute Ingatkan Risiko Sosial

"Para ekonom menunjukkan keraguan yang cukup besar terhadap kemungkinan tercapainya target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% yang diasumsikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027," tulis laporan tersebut, dikutip Minggu (25/10/2026).

Keraguan terhadap target pertumbuhan ekonomi tersebut lebih besar dibandingkan asumsi makroekonomi lainnya yang disurvei.

Temuan ini menunjukkan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu tantangan utama pemerintah dalam merealisasikan target pembangunan pada tahun depan.

Setelah target pertumbuhan ekonomi, asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp 17.500 per dollar AS menjadi asumsi yang paling banyak dinilai sulit tercapai. Sebanyak 12 responden atau 19% ekonom memilih asumsi tersebut.

Sementara itu, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$ 75 per barel dinilai paling sulit tercapai oleh empat responden atau 6%.

Baca Juga: Walhi Desak Penegakan Hukum Karhutla Sasar Pemilik Manfaat Korporasi

Adapun asumsi inflasi sebesar 2,5% dengan deviasi 1 poin persentase dipilih oleh tiga responden atau 5%. Sementara itu, asumsi imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun sebesar 6,9% hanya dipilih oleh satu responden atau 2%.

Di sisi lain, enam responden atau 10% menilai seluruh asumsi makroekonomi dalam RAPBN 2027 tersebut dapat tercapai.

"Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa para ekonom memandang target pertumbuhan ekonomi 2027 sebagai komponen yang paling menantang dalam proyeksi makroekonomi pemerintah," tulis laporan tersebut.

Hasil survei ini menjadi catatan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal dan mendorong aktivitas ekonomi.

Upaya tersebut diperlukan untuk memperkuat peluang pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.

Baca Juga: CORE Minta Pemerintah Evaluasi Insentif Fiskal Rp 576,4 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×