kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Mentan Soroti Anomali Harga Telur, Peternak Tertekan dan Konsumen Bayar Mahal


Senin, 26 Oktober 2026 / 16:59 WIB
Mentan Soroti Anomali Harga Telur, Peternak Tertekan dan Konsumen Bayar Mahal
ILUSTRASI. Peternak ayam dan telur terancam gulung tikar (ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyoroti kesenjangan harga telur ayam di tingkat peternak dan konsumen. Harga telur di tingkat peternak berkisar Rp 20.000–Rp 21.000 per kilogram (kg), sedangkan di tingkat konsumen mencapai Rp 40.000-Rp 45.000 per kg.

Perbedaan harga tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dinilai menunjukkan adanya anomali dalam rantai distribusi pangan. Padahal, menurut Amran, pasokan telur ayam di dalam negeri dalam kondisi surplus, bahkan produksinya telah mendukung ekspor.

“Telur ayam juga surplus, bahkan ekspor. Nah, hanya ada masalah di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp 20.000–Rp 21.000. Harusnya Rp 26.000 dan Rp 30.000 . Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp 40.000-Rp 45.000,” ujar Amran usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (26/10/2026).

Baca Juga: Kementan Surati Kapolri untuk Usut Dugaan Permainan Harga Ayam dan Telur

Amran mengatakan, pemerintah mulai menindaklanjuti persoalan harga tersebut. Ia menyebut harga telur di tingkat konsumen mulai turun setelah langkah penanganan diumumkan.

“Alhamdulillah, sudah mulai menindak. Baru diumumkan, harga sudah turun. Jadi harga turun di konsumen,” kata Amran.

Menurut Amran untuk membantu peternak, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek, terutama melalui dukungan pasokan bahan baku pakan.

Amran menyebut pemerintah menyediakan kedelai impor langsung kepada peternak dengan harga Rp 8.630 per kg. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga dari pihak swasta yang berkisar Rp 10.000-Rp 11.000 per kg.

“Jadi ini sudah menguntungkan karena negara yang mengimpor,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Telur Anjlok, Mentan Pastikan Tunda Kenaikan Harga Pakan

Selain itu, pemerintah menyalurkan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog. Jagung bersubsidi tersebut ditujukan bagi peternak kecil untuk membantu menekan biaya pakan.

Dalam jangka panjang, pemerintah juga berencana membangun pabrik tepung telur bersama badan usaha milik negara (BUMN).

Amran menargetkan pembangunan pabrik tersebut selesai dalam waktu sekitar satu tahun. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor tepung telur.

“Impor-nya nanti kita stop,” kata Amran.

Baca Juga: CELIOS Nilai Rantai Distribusi Picu Kesenjangan Harga Ayam dan Telur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×