Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana menetapkan satu harga untuk komoditas beras, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan secara prinsip rencana penetapan satu harga untuk beras SPHP telah disetujui pemerintah.
Menurutnya, kebijakan anyar ini bisa menjadi stabilisator kondisi perberasan tatkala terjadi fluktuasi.
Baca Juga: Pemerintah Berencana Ekspor 1 Juta Ton Beras: Risiko Harga Domestik Kian Mencekik
"Nah kami sudah menghitung bahwa untuk merencanakan beras satu harga, dari Sabang sampai Merauke. Adalah beras SPHP, bukan beras premium ya. (Jadi) beras SPHP satu harga. Itu nanti kita keluar gudang kami rencanakan Rp 11.000 per kilo," kata Rizal dalam keterangan resminya, Rabu (13/1/2026).
Dengan harga itu, menurutnya beras SPHP bisa dijual sebesar Rp 12.500/kg di tingkat konsumen. Sehingga para pengecer sudah mendapatkan untung Rp 1.500 per kg.
Baca Juga: Harga Beras Naik Lagi, Harga Beras Premium Paling Tinggi Kenaikannya
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan program satu harga untuk SPHP ini ditargetkan bisa diterapkan pada tahun ini.
"Satu harga (beras SPHP). Nah ini kita akan usahakan di tahun 2026. Ini beras satu harga di manapun berada. Jangan sampai misalnya (masyarakat) Indonesia Timur membayar lebih mahal," tambah Zulhas.
Baca Juga: Resmi Umumkan Swasembada Beras, Prabowo: Target 4 Tahun Bisa dilakukan 1 Tahun
Selanjutnya: Kompak, Rupiah Jisdor Juga Melemah 0,13% ke Rp 16.875 per Dolar AS, Selasa (13/1)
Menarik Dibaca: Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 9-15 Januari 2026, Detergent Beli 1 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













