kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.863   17,00   0,10%
  • IDX 8.857   -79,36   -0,89%
  • KOMPAS100 1.222   -6,95   -0,57%
  • LQ45 863   -4,58   -0,53%
  • ISSI 323   -1,14   -0,35%
  • IDX30 439   -0,42   -0,10%
  • IDXHIDIV20 518   0,71   0,14%
  • IDX80 136   -0,77   -0,56%
  • IDXV30 144   -0,10   -0,07%
  • IDXQ30 141   0,49   0,35%

Beras & rokok penyumbang kemiskinan terbesar 2016


Selasa, 03 Januari 2017 / 20:25 WIB
Beras & rokok penyumbang kemiskinan terbesar 2016


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Badan Pusat Statistik mencatatkan garis kemiskinan naik 2,15% selama Maret 2016 - September 2016, yaitu dari Rp 354.386,- per kapita menjadi Rp 361.990 per kapita

Kepala BPS Suharyanto mengatakan hal ini disebabkan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan komoditas bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

“Pada September 2016, komoditas makanan menyumbang sebesar 73,19% pada garis kemiskinan. Sementara non makanan 26,81%. Jenis komoditas makanan berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan maupun pedesaan,” ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (3/1).

Pada jenis komoditas makanan, tercatat bahwa beras dan rokok menjadi penyumbang terbesar pada tingkat garis kemiskinan. Hal ini terjadi di perkotaan dan pedesaan.

Di perkotaan, di mana andil kelompok bahan makanan sebesar 69,84%, beras memiliki andil 18,31%, disusul dengan rokok 10,7%, dan daging sapi 4,98%.

Sementara di pedesaan di mana andil kelompok bahan makanan sebesar 77,06%, beras memiliki andil 25,35%, rokok 10,7%, dan daging sapi 3,47%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×