kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Masyarakat miskin bisa kelola e-Warung


Senin, 07 November 2016 / 09:52 WIB
Masyarakat miskin bisa kelola e-Warung


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah terus memperbaiki pola penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin). Selain pola penyaluran diubah dari yang awalnya berbentuk beras menjadi sistem elektronik, masyarakat miskin penerima bantuan pun akan diajari untuk menjalankan usaha.

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial mengatakan program bernama Program Keluarga Harapan (PKH) ini, akan menggandeng masyarakat penerima bantuan untuk mengelola e-warung.

Namun tidak semua penerima bantuan akan diajak mengelola e-warung, hanya mereka yang masuk dalam kelompok termiskin saja yang akan diikutkan, yakni sekitar 7% dari penerima bantuan raskin. "Konsepnya, 1.000 penerima beras untuk masyarakat miskin, satu e-warung," ujarnya pekan lalu.

Agar program ini berhasil, pemerintah tidak akan melepaskannya begitu saja. Kelompok masyarakat miskin ini akan diberikan pendampingan sampai bisa menjalankan usaha tersebut secara mandiri.

Yang terpenting bagi pemerintah, e-warung akan menjadi kepanjangan tangan dalam menyalurkan program bantuan. Jadi  nantinya masyarakat bisa menukarkan dana bantuan yang diterima dengan sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gas LPG, atau kebutuhan pokok lainnya di e-warung ini.

Untuk memastikan penerima program bantuan tepat sasaran, e-warung juga akan terkoneksi dengan sistem di perbankan. Khofifah mengatakan, saat ini Kementerian Sosial dan perbankan telah melakukan uji coba di beberapa kota, seperti Malang, Solo, dan Jakarta.

Uji coba ini rencananya akan terus diperluas. Targetnya, hingga akhir tahun 2016 ini sekitar 300 e-warung bisa terbentuk. "Tahun depan, targetnya 3.000 unit," katanya.

Bambang Widianto, Sekretaris Eksekutif TNP2K mengatakan, dengan perbaikan pola penyaluran tersebut, kemampuan berwirausaha masyarakat golongan tersebut bisa terpupuk. Sehingga ke depan, mereka bisa memperbaiki hidup mereka. "Dengan upaya tersebut, diharapkan masyarakat bisa punya kegiatan ekonomi yang akhirnya bisa membantu mereka," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×