kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Beras di Toko Ritel Masih Kosong, Apa yang Terjadi?


Sabtu, 30 Agustus 2025 / 11:16 WIB
Beras di Toko Ritel Masih Kosong, Apa yang Terjadi?
ILUSTRASI. Harga Beras Premium Meroket-Konsumen berbelanja beras premium di toko ritel modern di Jakarta, Rabu (27/8/2025). KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Iqbal Shoffan Shofwan mengungkapkan penyebab masih kosongnya beras premium di sejumlah toko ritel. 

Menurut Iqbal, pengusaha ritel saat ini memang masih berhati-hati sebelum menjual beras premium. 

"Kalau misalnya yang kosong ya saya sudah komunikasi dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) juga. Yang mereka masih agak berhati-hati itu terkait dengan beras premium," ujar Iqbal kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025). 

"Mereka melihat dulu packaging beras premium ini sesuai enggak dengan klaim mereka di-package-nya. Premium berapa kilo ya sesuai nggak ukurannya, kemudian pecahannya seperti apa," jelasnya. 

Berdasarkan penjelasan Aprindo, pengusaha ritel tidak ingin konsumen merasa dirugikan saat membeli beras premium. 

Di sisi lain menurutnya saat ini beras stabilisasi dan pasokan harga pangan (SPHP) sudah disalurkan ke ratusan gerai ritel di Indonesia. 

"Jadi di ritel modern sesungguhnya sekarang tidak hanya bisa menjual beras premium tapi juga bisa menjual beras SPHP. Dan diharapkan nanti pendistribusian beras itu bisa lebih masif lagi," tambahnya. 

Baca Juga: Akar Masalah Harga Beras Tak Kunjung Turun Menurut Perpadi

Diberitakan sebelumnya, harga beras premium di ritel modern melonjak tajam hingga tembus Rp 140.790 per kemasan 5 kilogram. 

Kenaikan ini terjadi di tengah pasokan beras yang semakin menipis dan beras Bulog jenis SPHP yang tak tersedia. 

Pantauan Kompas.com pada Minggu (24/8/2025) di Superindo Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hanya terdapat satu merek beras premium, yakni Topi Koki, dengan harga Rp 140.790 per 5 kilogram. Sementara beras SPHP Bulog kosong. 

“Pasokan yang ada ini aja (Topi Koki), yang lain suplier belum datang, yang SPHP enggak ada,” kata seorang karyawan Superindo Mayestik saat ditemui di lokasi. 

Kondisi serupa terlihat di Alfamidi Panglima Polim. Rak beras yang biasanya penuh saat ini kosong. Seorang karyawan Alfamidi hanya menyebut pasokan akan segera datang. 

“Beras kosong, segera ada kok,” ujarnya singkat.

Baca Juga: Harga Beras Tembus Rp15.500 per Kg, Zulhas Ungkap Penyebabnya

Sementara itu, Alfamart di kawasan yang sama hanya menyisakan satu karung beras premium merek Raja Platinum seberat 5 kilogram dengan harga Rp 74.500. 

Menurut karyawan minimarket itu, kekosongan stok disebabkan penarikan beras SPHP imbas kasus beras oplosan yang mencuat beberapa waktu lalu. 

“SPHP ditarik semua, kemarin kasus beras oplosan itu, jadi tinggal merk Raja. Harga merk Raja Rp 74.500 per kemasan atau 5 kg. Ini belum di-stok lagi,” jelasnya. 

Di pasar tradisional, situasi tidak jauh berbeda. Pantauan di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, menunjukkan pasokan beras tidak melimpah. Hanya beberapa kios yang masih menjual dengan stok terbatas. 

Tonton: Harga Emas Antam Melonjak Lagi Hari ini (30 Agustus 2025)

Untuk jenis beras premium Pandan Wangi, pedagang memasang harga Rp 22.000 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.900 per kilogram.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beras di Toko Ritel Kosong, Pengusaha Disebut Masih Hati-hati Jual Beras Premium"

Selanjutnya: Pedang Bermata Dua untuk Emiten Petrokimia

Menarik Dibaca: Benarkah Kolesterol Tinggi Menyebabkan Sakit Kepala?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×