kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bensin langka, pemerintah tuding spekulan


Selasa, 08 Maret 2011 / 13:21 WIB
Bensin langka, pemerintah tuding spekulan
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump. REUTERS/Jonathan Ernst


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kelangkaan bensin terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah menuding spekulan berada di balik tersendatnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi itu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Z. Saleh mengecam aksi spekulasi tersebut lantaran menyusahkan masyarakat. "Bukan waktunya berspekulasi, itu menyengsarakan masyarakat," katanya usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan Presiden Filipina Benigno S. Aquino III di Istana Merdeka, Selasa (8/3).

Darwin memberi contoh kelangkaan premium di Pontianak, Kalimantan Barat terjadi karena aksi spekulasi. Sedangkan di Riau terjadi lantaran ada perbaikan kilang minyak di Dumai. "Tapi sudah diatasi sejak kemarin berupa suplai tambahan," kata politisi Partai Demokrat itu.

Tersendatnya pasokan bensin ini terjadi di sela-sela rencana pemerintah menerapkan pembatasan BBM subsidi. Hingga saat ini, realisasi rencana tersebut masih belum jelas.

Sementara menurut BPH Migas konsumsi premium terus melonjak. Pemerintah sudah menjatah konsumsi premium pada bulan Februari lalu sebesar 1,7 juta kiloliter (kl). Kenyataannya pemakaian premium selama Februari telah menembus hingga 1,8 juta kl.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×