kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.930   30,00   0,17%
  • IDX 6.290   -49,80   -0,79%
  • KOMPAS100 830   -9,52   -1,13%
  • LQ45 629   -7,90   -1,24%
  • ISSI 216   -1,56   -0,72%
  • IDX30 354   -4,09   -1,14%
  • IDXHIDIV20 439   -4,45   -1,00%
  • IDX80 95   -1,14   -1,19%
  • IDXV30 118   -0,75   -0,63%
  • IDXQ30 114   -1,30   -1,13%

Belanja subsidi mengalami penurunan 8,8% hingga Oktober


Senin, 18 November 2019 / 20:45 WIB
ILUSTRASI. Petugas memasang papan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang baru di SPBU Kawasan Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan,Jakarta, Minggu (10/2/2019). Harga BBM non subsidi kembali diturunkan oleh Pertamina, meliputi wilayah hanya Jabodetabek dengan besaran penurun


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Sementara, realisasi pembayaran kurang bayar subsidi BBM dan LPG tahun ini sebesar Rp 10 triliun, lebih rendah dari tahun lalu yang sebesar Rp 17,6 triliun. 

“Subsidi energi yang tumbuh negatif paling tidak meng-offset penerimaan dari sektor energi yang juga menurun. Jadi subsidi energi yang kontraksi menjadi salah satu penyeimbang dari sisi belanja,” tutur Sri Mulyani. 

Baca Juga: Realisasi belanja modal pemerintah baru mencapai 53% hingga Oktober

Di sisi lain, realisasi subsidi non-energi tetap tumbuh mencapai 10,8% atau Rp 47,7 triliun hingga Oktober lalu. Realisasi tersebut termasuk pelunasan kurang bayar subsidi pupuk yang mencapai Rp 9,8 triliun di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×