kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Begini Kata Menkeu Purbaya Soal Mundurnya Iman Rachman


Jumat, 30 Januari 2026 / 16:04 WIB
Begini Kata Menkeu Purbaya Soal Mundurnya Iman Rachman
ILUSTRASI. APBN KiTa Edisi Januari 2026 (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA) Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, pada Jumat (30/1) pagi.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, pada Jumat (30/1) pagi.

Purbaya menilai langkah pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab yang tepat atas kesalahan fatal yang dilakukannya.

Purbaya menyebut, mundurnya Iman berkaitan dengan ketidakmampuannya dalam merespons masukan dari lembaga indeks global, MSCI. Kelalaian ini dinilai menjadi pemicu koreksi dalam yang dialami pasar modal Indonesia belakangan ini.

"Tanggapan saya positif, itu sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin. Kesalahan fatal dia di situ, tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Airlangga Ungkap Tiga Strategi Pemerintah Perkuat Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

Purbaya mengungkapkan, jika masalah di bursa tersebut tidak segera dibenahi, persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi nasional bisa terganggu. Padahal, ia mengklaim pemerintah sedang bekerja keras memperbaiki ekonomi.

Dia menegaskan bahwa pembersihan di lembaga negara sedang gencar dilakukan. Ia mencontohkan telah mencopot 35 orang di Bea Cukai dan berencana menggeser 70 pegawai pajak yang kedapatan "bermain", ke tempat yang lebih sepi pada minggu depan.

"Jadi kita melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh. Perbaikan fondasi perekonomian betul-betul dilakukan dan sedang terjadi. Kita juga komunikasi dekat dengan bank sentral agar likuiditas pasar cukup untuk ekonomi tumbuh 6% tahun ini," tegasnya.

Terkait dampak mundurnya Dirut BEI ke kantong negara, Purbaya memastikan tidak ada pengaruh negatif terhadap fiskal. Sebaliknya, ia berkelakar bahwa pemerintah justru diuntungkan dari sisi penerimaan pajak pribadi yang bersangkutan.

"Enggak ada dampak ke fiskal. Saya untung kalau dia mundur dia bayar pajak. Bukan saya juga yang bayar gajinya. Kalau saya pikir ini justru sinyal yang positif," imbuhnya.

Ia meyakini langkah tegas ini akan memberikan kepastian bagi investor baik di pasar modal maupun sektor riil (Foreign Direct Investment/FDI). Investor dinilai akan melihat bahwa pemerintah menangani masalah dengan cepat dan serius.

Bagi Purbaya, pengunduran diri ini merupakan momentum bagi pasar untuk kembali pulih. "Wah ini positif. Kalau orang yang mengerti mah, buy, serok-serok!" pungkasnya.

Baca Juga: Purbaya Kebut PMK Batas Investasi Dana Pensiun dan Asuransi 20%, Pekan Depan Rampung

Selanjutnya: Hujan Petir Dini Hari, Ini Prakiraan BMKG Cuaca Besok (31/1) di Jakarta

Menarik Dibaca: Hujan Petir Dini Hari, Ini Prakiraan BMKG Cuaca Besok (31/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×