kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Menkeu Purbaya Dukung Wamenkeu Thomas Jadi Deputi Gubernur BI


Senin, 19 Januari 2026 / 20:11 WIB
Menkeu Purbaya Dukung Wamenkeu Thomas Jadi Deputi Gubernur BI
ILUSTRASI. Menkeu Purbaya (Dendi Siswanto/Menkeu Purbaya)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung dan memberi merespons positif masuknya nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menurut Purbaya, pencalonan Thomas justru akan memperkaya pengalaman kebijakan yang dimilikinya, khususnya karena selama ini Thomas telah berkecimpung di sektor fiskal.

“Ya bagus lah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Sudah di fiskal, sekarang kalau masuk ke moneter kan bagus. Saya mendukung,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Purbaya juga menyinggung kehadiran Thomas Djiwandono yang tercatat telah dua kali mengikuti Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI sebagai bagian dari proses penyesuaian.

Baca Juga: Thomas Djiwandono Menguat di Bursa Calon Deputi Gubernur BI, Ini Kata Komisi XI DPR

“Disuruh ngintip-ngintip, di BI ada apa sih? Kan sudah ngintip dua kali, cukup. Jadi pindah ke sana juga cukup, saya pikir,” katanya.

Ia menilai, perpindahan pejabat antara pemerintah dan BI merupakan hal yang wajar dan tidak berkaitan dengan isu independensi bank sentral, selama tidak ada intervensi langsung dalam pengambilan keputusan kebijakan moneter.

“Kalau independensi, nggak ada hubungannya. Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan nggak ada,” tegas Purbaya.

Menurutnya, BI tetap independen dalam menjalankan kebijakan moneter, sementara pemerintah melalui Kementerian Keuangan fokus pada kebijakan fiskal. Keduanya hanya berkoordinasi dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memastikan arah kebijakan saling mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Ini Tiga Nama Calon Deputi Gubernur BI, Fit and Proper Test Digelar Pekan Ini

“Kita koordinasi di KSSK untuk memastikan kebijakannya walaupun sama-sama independent (BI dan Kemenkeu), tapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat, seperti yang disarankan di rapat KSSK barusan dengan DPR,” ujarnya.

Purbaya juga menegaskan, pejabat yang masuk ke BI tidak lagi menjadi bagian dari pemerintah. “Begitu masuk ke BI, dia independen. Bukan elemen pemerintah lagi,” katanya.

Ia menambahkan, terkait kebijakan pergantian pejabat BI dengan Kemenkeu, dirinya mengaku tak memiliki kewenangan untuk hal tersebut. 

“Oh, saya nggak tahu. Bukan saya yang memindahkan. Saya cuma kasih komentar kalau diminta,” pungkas Purbaya.

Baca Juga: Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI, Begini Penjelasan Istana

Selanjutnya: Trump Jadi Sorotan di Davos, Siap Bertemu CEO Global di Tengah Kontroversi Greenland

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 20 Januari 2026, Utamakan Kolaborasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×