kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.872   26,00   0,15%
  • IDX 8.956   18,83   0,21%
  • KOMPAS100 1.235   6,14   0,50%
  • LQ45 872   3,84   0,44%
  • ISSI 326   1,78   0,55%
  • IDX30 442   2,47   0,56%
  • IDXHIDIV20 520   3,14   0,61%
  • IDX80 138   0,77   0,56%
  • IDXV30 145   0,95   0,66%
  • IDXQ30 141   1,01   0,72%

Begini dampak ancaman resesi AS terhadap rupiah dan CAD


Sabtu, 17 Agustus 2019 / 09:00 WIB
Begini dampak ancaman resesi AS terhadap rupiah dan CAD


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

"Hal itulah yang menjalar ke negara emerging market, termasuk Indonesia. Sehingga risiko premium kita meningkat, akibatnya yield kita malah naik saat yield AS memiliki tren menurun, kata Fikri.

Meski demikian, Fikri melihat nilai tukar rupiah masih bisa menguat di tengah tren harga minyak global yang melemah. Sebab, kondisi neraca dagang Indonesia mulai membaik sejalan dengan penurunan nilai impor.

Baca Juga: China tak lagi menjadi investor terbesar surat utang AS, siapa yang menggantikan?

Ia memperkirakan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 13.900–Rp 14.700 per dollar AS hingga akhir tahun, dengan rerata tengah di level Rp 14.280 per dollar AS.

"BI akan terus berada di pasar untuk menjaga nilai tukar sejalan fundamentalnya," tambah Fikri.

Meski demikian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir melihat AS masih jauh dari resesi.

Risiko global utama saat ini lanjut dia, masih berasal dari perang dagang antara AS dan China yang bisa semakin melemahkan kinerja ekspor Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×