kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.025   12,00   0,07%
  • IDX 7.065   -119,88   -1,67%
  • KOMPAS100 977   -16,05   -1,62%
  • LQ45 717   -9,29   -1,28%
  • ISSI 253   -4,16   -1,62%
  • IDX30 389   -4,00   -1,02%
  • IDXHIDIV20 483   -4,24   -0,87%
  • IDX80 110   -1,69   -1,51%
  • IDXV30 134   -1,00   -0,74%
  • IDXQ30 127   -1,19   -0,93%

Begini dampak ancaman resesi AS terhadap rupiah dan CAD


Sabtu, 17 Agustus 2019 / 09:00 WIB


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Risiko eksternal semakin menghantui ekonomi Indonesia. Sebab ancaman resesi ekonomi Amerika Serikat (AS), sebagai mesin utama ekonomi dunia, kian nyata.

Hal itu terbaca dari imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor tiga bulan yang lebih tinggi ketimbang yield sepuluh tahun. Sementara, yield obligasi AS tenor dua tahun terhadap sepuluh tahun belum terjadi perubahan.

Baca Juga: Duh, Masa Depan Ekspor RI Masih Suram premium

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menilai, pelaku pasar global memandang peluang AS mengalami resesi semakin besar.

Persepsi pasar lanjut dia, berbeda dengan perkiraan The Fed bahwa ekonomi Negeri Paman Sam tersebut masih cukup baik yang tercermin dari sejumlah indikator, seperti terjaganya inflasi.

Menurut Dody, jika resesi AS benar-benar terjadi, maka akan berdampak secara global. "Dalam kondisi demikian, negara-negara akan mengandalkan sumber dari domestik untuk menopang pertumbuhan," kata Doddy kepada Kontan.co.id, Kamis (15/8).

Terhadap Indonesia, resesi ancaman AS setidaknya bakal berdampak pada dua hal. Pertama, pergerakan rupiah, lantaran sangat dipengaruhi faktor fundamental dan faktor sentimen. Bahkan, belakangan ini faktor sentimen lebih mendominasi, terutama dari perang dagang AS-China.

Kedua, defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD). Sebab, ancaman resesi AS bakal berdampak terhadap penurunan harga minyak dunia.

Baca Juga: Waspadai Ancaman Resesi Global, Ini Strategi yang Harus Investor Terapkan premium

Ekonom Pemeringkat Efek Indinesia (Pefindo) Fikri C Permana menambahkan, inverted yield obligasi AS telah mampu memberikan sinyal setidaknya tujuh kali resesi dalam lima puluh tahun terakhir di AS. Ini membuat sentimen negatif pasar keuangan global meningkat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×