kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BBM subsidi naik, beban industri terkerek 4%


Senin, 10 November 2014 / 16:52 WIB
BBM subsidi naik, beban industri terkerek 4%
ILUSTRASI. Simak informasi cara mengusir lalat dari rumah secara alami pakai minyak pinus


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi berpotensi meningkatkan beban produksi industri manufaktur sebesar 4%. Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pelaku industri sebenarnya sudah memakai BBM non subsidi. "Namun beban produksinya naik karena peningkatan beban logistik, distribusinya masih pakai BBM subsidi," ujarnya, Senin (10/11).

Direktur Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto mengakui, energi merupakan bahan baku krusial untuk industri manufaktur. "Untungnya di industri manufaktur tidak harus dari solar, bisa menggunakan energi alternatif seperti batu bara, gas alam, solarnya pun berharga non subsidi. Namun biaya logistik terkerek," katanya.

Untuk menekan biaya produksi yang terus naik karena kenaikkan tarif dasar listrik dan BBM, industri telah sejak lama mengajukan kompensasi. "Kami sudah lama ajukan bebas bea masuk untuk mesin pembangkit listrik dari panas industri, sebagai salah satu kompensasi pembengkekakkan beban energi," ujar Harjanto.

Ia mengatakan besaran beban logistik di perusahaan industri manufaktur beragam. Semakin besar produk industrinya, tentu kebutuhan logistiknya semakin besar. Ia mengatakan 40% dari sektor industri terhitung barang besar. "Makin besar barang produksi industrinya makin besar beban logistiknya.  Kalau barang industri yang kecil-kecil seperti elektronik, itu beban logistiknya lebih kecil," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×