kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Bawaslu meminta KPU melakukan pemungutan suara lanjutan di Sydney


Selasa, 16 April 2019 / 20:33 WIB


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pemungutan suara lanjutan di Sydney, Australia. Ini menyusul adanya dugaan pelanggaran pemilu di Sydney Australia.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, Bawaslu mendapat informasi bahwa penyelenggaraan pemilu di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Sydney ditutup pukul 18.00 waktu setempat. Padahal saat itu masih terdapat banyak pemilih yang belum menggunakan hak pilihnya.

“Ini tidak sesuai prosedur, tata cara peraturan-perundangan, asas umum dan adil” kata Fritz saat konferensi pers di Kantor Bawaslu, Selasa (16/4).

Ia menduga, penutupan TPS pada pukul 18.00 itu kemungkinan karena sewa gedung tempat penyelenggaraan pemilu itu telah habis sesuai waktunya. Sebab itu, Bawaslu merekomendasikan agar dilakukan pemungutan suara lanjutan di Sydney, Australia.

“Bawaslu merekomendasikan panitia pemilihan luar negeri (PPLN) Sydney melalui KPU untuk melakukan pemungutan suara susulan bagi pemilih yang sudah mendaftar tetapi belum menggunakan hak pilihnya karena TPS yang ditutup,” kata Fritz.

Ketika ditanya kapan pelaksanaan pemungutan suara lanjutan berlangsung, Bawaslu menyebutkan, soal penentuan waktu itu berada di ranah KPU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×