kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.713   5,00   0,03%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Bawaslu meminta KPU melakukan pemungutan suara lanjutan di Sydney


Selasa, 16 April 2019 / 20:33 WIB


Reporter: | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pemungutan suara lanjutan di Sydney, Australia. Ini menyusul adanya dugaan pelanggaran pemilu di Sydney Australia.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, Bawaslu mendapat informasi bahwa penyelenggaraan pemilu di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Sydney ditutup pukul 18.00 waktu setempat. Padahal saat itu masih terdapat banyak pemilih yang belum menggunakan hak pilihnya.

“Ini tidak sesuai prosedur, tata cara peraturan-perundangan, asas umum dan adil” kata Fritz saat konferensi pers di Kantor Bawaslu, Selasa (16/4).

Ia menduga, penutupan TPS pada pukul 18.00 itu kemungkinan karena sewa gedung tempat penyelenggaraan pemilu itu telah habis sesuai waktunya. Sebab itu, Bawaslu merekomendasikan agar dilakukan pemungutan suara lanjutan di Sydney, Australia.

“Bawaslu merekomendasikan panitia pemilihan luar negeri (PPLN) Sydney melalui KPU untuk melakukan pemungutan suara susulan bagi pemilih yang sudah mendaftar tetapi belum menggunakan hak pilihnya karena TPS yang ditutup,” kata Fritz.

Ketika ditanya kapan pelaksanaan pemungutan suara lanjutan berlangsung, Bawaslu menyebutkan, soal penentuan waktu itu berada di ranah KPU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×