CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bapanas Alihkan Fokus SPHP ke Pasar Rakyat untuk Redam Kenaikan Harga Beras


Selasa, 30 Juni 2026 / 10:28 WIB
Bapanas Alihkan Fokus SPHP ke Pasar Rakyat untuk Redam Kenaikan Harga Beras
ILUSTRASI. Bapanas mengalihkan fokus penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar rakyat guna memperkuat pengendalian harga beras. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengalihkan fokus penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar rakyat guna memperkuat pengendalian harga beras. 

Langkah ini ditempuh di tengah realisasi penyaluran SPHP yang baru mencapai 392.000 ton atau 47,56% dari target nasional 828.000 ton pada 2026.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono, mengatakan pasar rakyat dipilih sebagai prioritas distribusi karena menjadi acuan pembentukan harga beras yang dipantau Badan Pusat Statistik (BPS). 

Menurut Maino, meski SPHP dapat disalurkan melalui delapan saluran distribusi, tetapi intervensi di pasar rakyat akan lebih efektif menjaga stabilitas harga.

Baca Juga: Kemenhaj Dorong Porsi Nilai Manfaat BPKH Jadi 60% untuk Ringankan Biaya Haji

"Ada delapan outlet terkait penyaluran SPHP, tapi memang prioritas kami ke pasar-pasar rakyat. Ini menjadi barometer pemantauan harga oleh BPS. Kami berharap pemerintah daerah membantu memaksimalkan distribusi di pasar-pasar yang belum banyak menerima beras SPHP," ujar Maino dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (29/6/2026).

Ia menilai, realisasi penyaluran hingga akhir Juni masih sesuai dengan tahapan yang ditetapkan pemerintah. 

Namun, pada semester II distribusi akan difokuskan ke daerah-daerah yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan harga beras.

"Secara rata-rata realisasi lebih 45% cukup sesuai target, tetapi memang ada skala-skala prioritas termasuk tempat penyalurannya agar harga beras dan inflasi beras lebih terkendalikan," katanya.

Langkah tersebut diambil seiring kondisi harga beras yang masih relatif terkendali. Berdasarkan data BPS, kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras hingga pertengahan Juni 2026 hanya terjadi di sekitar sepertiga wilayah Indonesia. 

Sementara itu, mayoritas provinsi mencatat kenaikan harga yang relatif rendah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, kenaikan IPH beras tertinggi di tingkat provinsi tercatat di Sulawesi Tengah sebesar 2,99 dan Sulawesi Utara sebesar 2,93. 

Adapun provinsi lainnya mengalami kenaikan dengan besaran di bawah angka tersebut.

Baca Juga: Biaya Haji 2027 Diprediksi Naik, Pemerintah Upayakan Biaya Dibayar Jemaah Lebih Murah

"Khusus untuk perkembangan beras, perubahan IPH di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara masing-masing 2,99 dan 2,93. Di provinsi lainnya memang meningkat tetapi masih di bawah 2,93," ujar Ateng.

BPS juga mencatat tekanan harga beras lebih banyak terjadi di tingkat kabupaten dan kota dibandingkan di tingkat provinsi. Oleh karena itu, pemerintah akan mengarahkan distribusi SPHP ke pasar rakyat agar intervensi dapat dilakukan lebih cepat pada wilayah yang mengalami kenaikan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×