kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Bapanas: Ada 5 Provinsi yang Masih Beli Harga Gabah Petani di Bawah Rp 6.500 per kg


Jumat, 28 Februari 2025 / 19:25 WIB
Bapanas: Ada 5 Provinsi yang Masih Beli Harga Gabah Petani di Bawah Rp 6.500 per kg
ILUSTRASI. Bapanas mencatat masih ada 5 Provinsi yang membeli gabah petani di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram (kg). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/nym.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat masih ada 5 Provinsi yang membeli gabah petani di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram (kg). 

Lima Provinsi itu di antaranya adalah Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat. 

"Ini (provinsi) akan menjadi concern. Kita ingin menjaga petani," kata Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dalam keterangannya, Jumat (28/2). 

Walau begitu, Arief menyebut secara rata-rata nasional harga gabah saat ini sudah berada berada di Rp 6.825 per kilogram (kg) atau lebih tinggi dari ketetapan HPP. 

Baca Juga: Harga Gabah di Beberapa Daerah Masih di Bawah HPP

Selain itu, Arief memastikan ke depan pengawasan pembelian gabah petani akan diperketat. Pasalnya, pemerintah ingin petani mendapatkan harga jual yang layak. 

"Dalam 2 tahun terakhir mulai dari Bapak Presiden ke-7 Joko Widodo sampai hari ini, harga petani sudah dinaikkan sampai 3-4 kali," beber Arief. 

Sebelumnya, ketetapan HPP Rp 6.500 tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 14 Tahun 2025 yang menggantikan Keputusan sebelumnya. 

Selain itu, kebijakan ini juga menghilangkan rafaksi harga gabah, yang selama ini menjadi kendala dalam harga jual gabah petani. 

Penetapan HPP GKP yang lebih tinggi diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi petani, sehingga mereka tetap semangat berproduksi untuk mendukung swasembada pangan. 

Arief kala itu bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. 

"HPP GKP di petani sebesar Rp 6.500 per kg. Penyesuaian ini dilakukan agar para petani tetap semangat berproduksi demi swasembada pangan,” ujar Arief di Jakarta, Kamis (30/1). 

Baca Juga: Harga Gabah Petani Anjlok, Bulog: Hasil Panen Tak Sesuai Ketentuan HPP

Arief menambahkan, dengan momentum panen raya yang sedang berlangsung, penting untuk mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dalam negeri. 

Sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, pihaknya menginstruksikan Perum Bulog untuk mengadakan gabah dan beras dengan target 3 juta ton setara beras pada 2025.

“Dengan target ini dan kebijakan HPP gabah yang telah disesuaikan, kami berharap serapan gabah petani dalam negeri bisa berjalan optimal. Kami juga berharap proyeksi panen raya dari BPS dapat terealisasi dengan baik di lapangan,” jelas Arief.

Selanjutnya: Awas, Inflasi Berpotensi Melonjak Jelang Ramadhan

Menarik Dibaca: IDEC 2025 Dorong Inovasi di Industri Kesehatan Gigi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×