kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Bank Mandiri Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Jadi 5,34%


Kamis, 03 September 2026 / 17:57 WIB
Bank Mandiri Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Jadi 5,34%
ILUSTRASI. Ramalan BRIN-Pembangunan gedung bertingkat di Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekonom Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai di atas 5,34%. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 5,2%, seiring masih kuatnya dukungan dari belanja pemerintah dan investasi.

Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departemen Bank Mandiri Dian Ayu Yustina mengatakan, perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah gejolak ekonomi global.

Dian melihat sejumlah indikator domestik mulai menunjukkan perbaikan, terutama memasuki kuartal III 2026. Penjualan ritel dan Mandiri Spending Index (MSI), misalnya, mulai menunjukkan pemulihan pada Juli 2026.

Baca Juga: Survei Mandiri Spending Index: Belanja Masyarakat Terjaga, Tapi Mulai Melandai

"Kita melihat sebenarnya perekonomian Indonesia overall year 2026 ini masih sangat resilient. Di tengah berbagai gejolak global yang terjadi, ini kemungkinan overall year bisa tumbuh di atas 5,3%," ujar Dian dalam agenda Indonesia Economic Outlook: Building Domestic Resilience in the Midst of Global Vulnerability, Kamis (3/9/2026).

Dian menjelaskan, pertumbuhan ekonomi domestik pada paruh pertama 2026 terutama ditopang oleh dua komponen, yakni belanja pemerintah dan investasi.

Pada kuartal II 2026, belanja pemerintah tumbuh sekitar 16% secara tahunan (year on year/yoy), meski melambat dibandingkan pertumbuhan kuartal I yang mencapai 21%.

Menurut Dian, kuatnya belanja pemerintah tidak terlepas dari percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan infrastruktur.

"Belanja pemerintah masih tumbuh cukup kuat di kuartal kedua, sekitar 16%. Melambat sedikit dibanding kuartal pertama, yang tumbuhnya mencapai 21%. Tentunya belanja pemerintah ini masih sangat ditopang oleh akselerasi atau percepatan belanja terkait dengan program-program prioritas," jelasnya.

Selain belanja pemerintah, investasi juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. Investasi pada kuartal II 2026 tumbuh 6,9%, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan investasi tersebut terutama didorong oleh investasi bangunan dan kendaraan. Investasi bangunan tumbuh signifikan sejalan dengan pembangunan infrastruktur pemerintah, sedangkan investasi kendaraan ditopang oleh permintaan domestik, terutama kendaraan niaga.

Di sisi lain, konsumsi rumah tangga mengalami moderasi. Pada kuartal II 2026, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,1%, turun dari 5,5% pada kuartal I 2026.

Baca Juga: Di Vladivostok, Presiden Prabowo Tegaskan Politik Nonblok

Namun, Dian menilai perlambatan tersebut perlu dilihat dengan mempertimbangkan faktor musiman. Kuartal I secara historis mendapat dorongan konsumsi dari periode Ramadan dan Lebaran.

Memasuki kuartal III, sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Penjualan ritel pada Juli 2026 kembali berada di zona positif setelah sebelumnya mencatat pertumbuhan negatif. Sementara itu, MSI masih menunjukkan pertumbuhan positif meski mengalami moderasi.

"Mandiri Spending Index (MSI) juga pergerakannya relatif ada moderasi, tapi masih cukup baik. Bahkan kalau kita lihat sebenarnya polanya masih di atas tahun lalu. Jadi overall masih positif meskipun ada moderasi," kata Dian.

Berdasarkan data MSI, pertumbuhan belanja masyarakat tercatat 6,4% yoy pada kuartal I 2026, kemudian 6,1% pada kuartal II, dan sekitar 6% pada kuartal III hingga 23 Agustus 2026.

Dian juga melihat aktivitas belanja kelompok masyarakat bawah dan tengah mulai menguat pada Agustus 02026. Pertumbuhan belanja kelompok bawah mencapai 7,4%, sedangkan kelompok atas mencapai 6,8% hingga minggu ketiga Agustus 2026.

Penguatan tersebut sejalan dengan penyaluran bantuan sosial dan stimulus ekonomi, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako periode Juli-September.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 dapat menembus 5,34%.

Baca Juga: Yield SBN 10 Tahun Naik ke 7,23%, Ini Dampaknya ke Beban Utang Pemerintah

"Kami melihat mungkin pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5,34%, di atas proyeksi kami sebelumnya di 5,2%," pungkas Dian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×