Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Dunia alias World Bank menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada tahun 2026.
Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan proyeksi Bank Dunia pada Oktober 2025, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 4,8%.
Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update April 2026, perlambatan ini dipengaruhi oleh tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak global serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional (risk-off sentiment).
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7%, seiring tekanan dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya sentimen kehati-hatian investor (risk-off)," dikutip dari laporan tersebut, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga: Ketergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia
Tekanan tersebut diperkirakan akan menahan laju ekspansi ekonomi domestik. Namun demikian, dampak negatif tersebut dinilai akan sebagian teredam oleh pendapatan dari ekspor komoditas serta berbagai inisiatif investasi yang dipimpin oleh pemerintah.
Bank Dunia menilai sejumlah negara di kawasan masih memiliki bantalan ekonomi untuk meredam guncangan akibat lonjakan harga minyak.
Bagi Indonesia, posisi sebagai eksportir komoditas menjadi salah satu faktor penopang penting. Pendapatan dari ekspor komoditas dinilai dapat membantu menutupi kenaikan biaya energi yang timbul akibat harga minyak yang lebih tinggi.
Selain Indonesia, Malaysia juga diperkirakan memperoleh manfaat serupa dari penerimaan ekspor komoditas yang mampu mengimbangi kenaikan biaya bahan bakar.
Dengan kondisi tersebut, tekanan terhadap perekonomian domestik diperkirakan tidak akan sepenuhnya membebani pertumbuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













