Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026.
Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, alasan BI masih mempertahankan BI-Rate lantaran nilai tukar rupiah masih berpotensi tertekan, meskipun sudah mulai mereda.
Disisi lain, ia juga melihat yield differential atau selisih imbal hasil masih perlu dijaga agar surat berharga negara (SBN) tetap menarik di mata investor, dan beban bunga tidak terlalu tinggi.
Baca Juga: Tiba di Amerika Serikat, Prabowo Akan Bertemu Presiden AS Donald Trump
“Untuk RDG bulan ini, kami melihat masih akan ditahan dengan potensi penurunan masih terbuka tetapi cenderung terbatas minimal sekali,” tutur Banjaran kepada Kontan, Selasa (18/2/2026).
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro juga sepakat BI masih akan mempertahankan BI-Rate pad Februari 2026 ini.
“Kita perkirakan BI-Rate masih hold ya,” kata Asmo sapaan akrabnya.
Asmo memperkirakan, apabila tekanan rupiah mereda mereda dan mulai ada tanda-tanda aliran modal asing mulai masuk ke pasar keuangan dalam negeri seperti saham dan surat berharga, maka ada kemungkinan BI sudah mulai bisa memangkas suku bunganya.
Hal ini juga sejalan dengan The Fed yang memang diarahkan untuk segera memangkas suku bunganya.
Selanjutnya: Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) Tahan Suku Bunga di 2,25%
Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Garut 2026, Panduan Lengkap Imsak dan Berbuka Puasa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)