kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Bank Dunia revisi ekonomi negara berkembang


Selasa, 10 Juni 2014 / 14:24 WIB
ILUSTRASI. Perawatan kucing munchkin.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Negara berkembang menghadapi risiko pertumbuhan yang mengecewakan tahun ini. Berbagai situasi ekonomi global yang terjadi membuat World Bank atawa Bank Dunia melihat pertumbuhan ekonomi negara berkembang akan rendah.

Bank Dunia menurunkan perkiraan pertumbuhan negara berkembang. Sebelumnya pada Januari pertumbuhan negara berkembang diperkirakan mencapai 5,3%, maka sekarang diturunkan menjadi 4,8%.

Cuaca yang buruk di Amerika, krisis Ukraina, perlambatan China, perselisihan politik di beberapa negara berpendapatan menengah, serta lambatnya kemajuan reformasi struktural berkontribusi terhadap lemahnya pertumbuhan ekonomi negara maju secara keseluruhan.

"Negara perlu bergerak lebih cepat dan berinvestasi lebih banyak dalam reformasi struktural dalam negeri untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang diperlukan untuk bisa mengakhiri kemiskinan," ujar Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim dalam siaran persnya, Selasa (10/6).

Tanda-tanda yang menunjukkan penguatan baru terjadi pada tahun 2015 dan 2016 dengan masing-masing pertumbuhan diperkirakan 5,4% dan 5,5%. Adapun China diperkirakan akan tumbuh 7,6% tahun ini, namun hal tersebut tergantung dari kesuksesan upaya penyeimbangan ekonomi China sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×