kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bank Dunia Ingatkan Ekonomi Indonesia Rentan Hadapi Ketidakpastian Global


Senin, 23 Juni 2025 / 13:42 WIB
Bank Dunia Ingatkan Ekonomi Indonesia Rentan Hadapi Ketidakpastian Global
ILUSTRASI. Bank Dunia mengingatkan perekonomian Indonesia masih rentan dalam menghadapi tekanan eksternal.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Dunia mengingatkan perekonomian Indonesia masih rentan dalam menghadapi tekanan eksternal.

Sebagaimana diketahui, saat ini ketidakpastian perekonomian global masih tinggi, salah satunya disebabkan konflik memanas Iran dan Israel, serta kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS).

“Kita harus realistis, meskipun sikap ekonomi makro yang bijaksana, kita tidak dapat mengatakan bahwa Indonesia kebal terhadap tekanan eksternal, seperti ketidakpastian global,” tutur Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Carolyn Turk saat memaparkan hasil riset terbaru dalam Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2025, Senin (23/6).

Carolyn mengungkapkan, ketidakpastian ekonomi global ini bisa mengganggu aktivitas perekonomian Indonesia. Menurutnya respon terbaik dalam menghadapi ketidakpastian global tersebut adalah dengan mempercepat agenda struktural.

Baca Juga: Indonesia Bersiap! Sri Mulyani Akui Ketidakpastian Global Saat Ini Bersifat Permanen

Misalnya saja, agenda yang disorot oleh Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada deregulasi, perbaikan lingkungan bisnis, menarik investasi swasta, dan penguatan sumber daya manusia.

“Semua ini adalah reformasi struktural yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih baik, lebih banyak lapangan kerja, yang akan menguntungkan semua orang Indonesia,” ujarnya.

Bank Dunia juga menyoroti terkait prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang diperkirakan hanya tumbuh 4,7% secara tahunan, atau lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Carolyn menyebut, perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut sejalan dengan konsumsi pemerintah sedikit berkurang dan investasi melambat tahun ini.

Baca Juga: Ekonom AS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8% Jika Pemerintah Lakukan Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×