kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Bank BUMN dapat suntikan Rp 15 triliun pada 2008


Selasa, 25 Maret 2014 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Tanda Anda Mengidap Kolesterol Tinggi


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah ternyata juga menyuntik duit ke bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekitar Rp 15 triliun untuk meredam kekeringan likuiditas perbankan. Hanya saja bentuknya bukan suntikan kepada modal melainkan penempatan dana.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono dalam diskusi dan peluncuran buku "Bola Liar Kasus Bank Century", yang ditulis Prayogo Mirhad dan Nurcholis MA Basyari, Selasa (25/3) di Jakarta.

Pernyataan Sigit ini sekaligus membantah dakwaan Jaksa KPK dalam kasus dugaan korupsi

penyelamatan Bank Century dengan tersangka Budi Mulya. Jaksa menyebut bahwa 2008 tidak terjadi krisis ekonomi.

Sigit memaparkan, pada tahun tersebut perbankan mengalami lokuiditas perbankan. "Saya sampaikan saat itu Bank BUMN juga krisis likuiditas. Pemerintah melakukan penempatan dana di BUMN sekitar Rp 15 triliun," katanya.

Sigit juga menyesalkan dalam pemeriksaan kasus penyelamatan Bank Century tidak mendengarkan pendapat bankir. Padahal, bankir sangat merasakan situasi saat itu ada guncangan di industri perbankan.

“Bukti forensiknya saat itu terjadi krisis adalah sampai saat ini batas penjaminan simpanan yang dinaikkan dari Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar belum dicabut," kata Sigit.

Pendapat senada disampaikan ekonom Universitas Gadjah Mada Denni Purbasari. Menurut hasil penelitian yang dia lakukan saat itu, indikator menunjukkan terjadi krisis seperti indikator likuiditas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan risiko gagal bayar atawa Credit Default Swap (CDS) naik tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×