kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45821,17   8,87   1.09%
  • EMAS1.026.000 -2,84%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Bagaimana nasib penduduk yang belum ikut sensus penduduk online?


Senin, 01 Juni 2020 / 07:12 WIB
Bagaimana nasib penduduk yang belum ikut sensus penduduk online?
ILUSTRASI. Warga mengisi kuesioner Sensus Penduduk (SP) Online 2020 di Kampung Cibahbul, Lebak, Banten, Sabtu (9/5/2020). BPS memperpanjang pengisian data SP Online hingga 29 Mei 2020 dan membatalkan wawancara peserta SP secara tatap muka yang semula telah diundur p

Reporter: Bidara Pink | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sensus Penduduk (SP) secara Online berakhir pada Jumat (29/5/2020) lalu. Data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk yang mengikuti sensus penduduk online di situs sensus.bps.go.id sudah mencapai 50 juta orang.

Sebagai informasi, sensus penduduk online ini telah dilaksanakan sejak tanggal 15 Februari 2020. Semula BPS menetapkan batas pengisian sensus penduduk online pada tanggal 31 Maret 2020. Namun, berkaitan dengan penyebaran Covid-19, BPS akhirnya memperpanjang masa pengisian sensus penduduk online hingga sampai 29 Mei 2020.  

Baca Juga: Hingga Kamis (28/5), baru 18,5% penduduk yang ikut sensus penduduk online

Lalu bagaimana dengan penduduk yang belum ikut sensus penduduk online yang sudah berakhir?

Direktur Sistem Informasi Statistik BPS Muchammad Romzi menegaskan, penduduk yang belum berpartisipasi dalam sensus penduduk online akan tetap terdata. BPS akan mengadakan pendataan kependudukan pada bulan September 2020.

Tapi, ingat, pendataan kependudukan tersebut bukan berupa sensus penduduk wawancara sebagaimana seharusnya. Kepala BPS Suhariyanto pernah mengungkapkan perihal ini dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR beberapa waktu lalu.

"Kami rencanakan September, tapi enggak yakin apakah Covid-19 akan selesai. Lalu ada efisiensi anggaran BPS sebesar 41%. Maka, tahun ini tidak ada sensus penduduk tatap muka," kata Suhariyanto saat itu.

Sebagai pengganti petugas sensus BPS yang seharusnya melakukan survei ke lapangan, BPS akan melibatkan semua Ketua RT untuk melakukan pendataan penduduk di wilayahnya.

Baru pada tahun 2021 BPS akan mengambil sampel sensus dengan pertanyaan yang lebih komplet.

Baca Juga: Sensus Penduduk Online selesai, BPS: Lebih dari 50 juta penduduk sudah mendaftar

Terkait dengan sensus penduduk online yang telah berakhir, BPS belum bisa menyampaikan detail jumlah masyarakat yang sudah berpartisipasi. Direktur Sistem Informasi Statistik BPS Muchammad Romzi mengatakan Kepala BPS Suhariyanto akan mengumumkannya secara resmi.

"Alhamdullilah. Sebenarnya bisa diprediksi dengan trend response rate terakhir. Tapi jumlah pastinya nanti menunggu setelah rilis Bapak Kepala BPS saja ya. Termasuk series-nya," kata Romzi saat dihubungi Kontan.co.id, Sabtu (30/5).

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×