kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Arus dana asing tinggi dorong operasi moneter BI


Senin, 25 Mei 2015 / 20:17 WIB
ILUSTRASI. Promo Superindo Weekday Periode 11-14 Desember 2023.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan beban operasi moneter BI tergantung pada beban inflow atau dana asing yang masuk melalui instrumen portofolio. Dengan tingginya inflow yang masuk melalui pembelian SBN maka rupiah yang beredar semakin banyak.

David menjelaskan BI sebagai otoritas moneter harus menyerap rupiah yang tinggi peredarannya tersebut untuk menjaga agar inflasi tidak membengkak. Penyerapan ini masuk dalam kategori beban karena merupakan biaya dari sterilisasi.

Melihat potensi arus dana masuk tahun ini, menurut David, beban operasi moneter BI seharusnya kurang lebih sama dengan tahun lalu karena inflow yang masuk tahun ini akan besar. Memasuki triwulan terakhir, jika pemerintah konsisten terhadap belanjanya, maka inflow akan deras masuk.

"Harapannya jangan terlalu banyak inflow portofolio yang masuk namun investasi jangka panjang," ujar David ketika dihubungi KONTAN, Senin (25/5). Investasi jangka pendek tidak baik untuk beban BI sendiri.

BI tidak mungkin tidak menyerap inflow karena akan berdampak ke inflasi. Inflasi yang tinggi juga nantinya akan berpengaruh ke rupiah dan perekonomian secara keseluruhan.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×