kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Anggaran subsidi listrik naik karena PLN masih memakai bahan bakar minyak


Rabu, 14 Desember 2011 / 14:19 WIB
ILUSTRASI. Brosur promo Hari Hari KJSM 14-17 Januari, diskon 35%-50% dan gratis 1 produk. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Selama lima tahun terakhir, anggaran subsidi listrik terus melonjak. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menuding penyebabnya karena PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, PLN terpaksa memakai BBM karena pasokan gas belum memenuhi kebutuhan perusahaan setrum tersebut. "Semua stakeholder harus membantu supaya PLN mendapatkan energi mix seperti yang dianggarkan lima tahun terakhir. Rencana PLN menerima gas selalu gagal," katanya, kemarin.

Agus yakin anggaran subsidi listrik akan berkurang bila PLN memperoleh pasokan gas. Sebagai informasi, tahun ini pemerintah harus menombok anggaran subsidi listrik menjadi sebesar Rp 91 triliun. Padahal pagu dalam anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 65,6 triliun.

Selain itu, Agus mengatakan, PLN terpaksa memakai BBM karena proyek pembangunan 10.000 Megawatt terlambat. Sebagai catatan, proyek 10.000 Megawatt memakai batubara sebagai bahan bakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×