kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Anggaran operasional BI surplus Rp 26,26 triliun di tahun 2020


Rabu, 27 Januari 2021 / 20:10 WIB
ILUSTRASI. Anggaran operasional BI membukukan surplus Rp 26,26 triliun di tahun 2020.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggaran operasional Bank Indonesia (BI) hingga akhir tahun 2020 mengalami surplus Rp 26,26 triliun.

Berdasarkan data yang tercantum dalam Laporan Tahunan Bank Indonesia 2020, surplus ini terjadi akibat penerimaan operasional pada tahun 2020 yang mencapai Rp 36,78 triliun dan pengeluaran yang tercatat sebesar Rp 10,52 triliun.

Bila ditelisik masing-masing, nilai penerimaan operasional tersebut membengkak 110,92% dari rencana dan pengeluaran mencapai 96,73% dari rencana.

“Selama tahun 2020, BI telah berupaya untuk memperkuat financial strength (kekuatan finansial) melalui optimalisasi penerimaan dan efisiensi serta efektivitas penggunaan anggaran,” tulis bank sentral dalam laporannya.

Baca Juga: Bank Indonesia segera terbitkan beleid transparansi suku bunga dasar kredit (SDBK)

Peningkatan penerimaan BI hingga tahun lalu disebabkan oleh penyesuaian strategi pengelolaan cadangan devisa.

Sedangkan, efisiensi dan efektivitas dilakukan dengan penentuan skala prioritas dalam penggunaan anggaran, termasuk optimalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19 di bI lewat program Manajemen Keberlangsungan Tugas BI (MKTBI).

Secara eksternal, BI juga berpartisipasi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lewat burden sharing yang dilakukan dengan pemeirntah. Namun, pelaksanannya dilakukand engan memperhitungkan sustainabilitas keuangan BI.

“BI berkomitmen untuk senantiasa mendukung pemeirntah dalam program PEN dengan tetap memperhatikan sustainabilitas keuangan BI sebagai koridor dalam pengambilan keputusan,” sebut BI.

Selanjutnya: BI borong surat utang pemerintah Rp 25,9 triliun di Januari 2021, ini rinciannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×