kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ancaman resesi kini justru dinilai sebagai kenormalan baru di tengah pandemi corona


Kamis, 16 Juli 2020 / 21:13 WIB
Ancaman resesi kini justru dinilai sebagai kenormalan baru di tengah pandemi corona
ILUSTRASI. Suasana kota Jakarta. Bank Dunia (World Bank) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 sebesar 0%. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

"Tingkat penjualan yang anjlok dan produksi yang tidak bergerak, menyebabkan tidak adanya kebutuhan investasi baru. Dengan tingkat konsumsi dan investasi yang turun drastis, maka bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi," kata Piter.

Ia memaparkan sebenarnya pemerintah sudah mengantisipasi perlambatan ini.

Baca Juga: Naik Rp 422,7 T, Sri Mulyani ungkapkan utang pemerintah Rp 5.340 triliun pada 2019

Berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertujuan untuk menahan agar kontraksi tidak jatuh terlalu dalam.

"Selain itu, agar dunia usaha bisa tetap bertahan dan sektor keuangan tetap stabil, dengan demikian ketika wabah berlalu ekonomi dapat recovery. Itu yang lebih penting dan jadi fokus pemerintah," kata Piter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×