kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Aliran Modal Asing Keluar Capai Rp 5,96 Triliun, Premi Risiko Indonesia Menguat


Senin, 26 Januari 2026 / 07:11 WIB
Aliran Modal Asing Keluar Capai Rp 5,96 Triliun, Premi Risiko Indonesia Menguat
ILUSTRASI. Rupiah Melemah-Petugas menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 5,96 triliun pada pekan ketiga Januari 2026. 

Dana asing tercatat mengalir keluar dari tiga instrumen sekaligus, yaitu pasar saham, surat berharga negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Berdasarkan data transaksi pada periode 19-22 Januari 2026, investor nonresiden melakukan jual neto sebesar Rp 2,67 triliun di pasar saham, Rp 1,44 triliun di pasar SBN, dan Rp 1,85 triliun di SRBI. 

Baca Juga: Aliran Modal Asing Keluar Rp 8,12 Triliun pada Pekan Ketiga September 2025

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan, keluarnya modal asing ini ikut mendorong kenaikan premi risiko investasi Indonesia.

“Ini tercermin pada credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun, yang per 22 Januari 2026 berada di level 73,28 basis poin (bps), naik dari 70,86 bps pada 15 Januari 2026,” jelas Denny dalam keterangan resmi, Jumat (23/1/2026).

Meski terjadi arus keluar modal, data setelmen hingga 22 Januari 2026 menunjukkan nonresiden masih tercatat beli neto di pasar saham sebesar Rp 8,02 triliun dan di pasar SBN sebesar Rp 1,89 triliun, sementara jual neto terjadi di SRBI senilai Rp 2,67 triliun.

Baca Juga: Ini Penyebab Aliran Modal Asing Keluar dari RI Meski Risiko Investasi (CDS) Melandai

Denny menegaskan, BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×