kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45854,83   -7,61   -0.88%
  • EMAS917.000 -0,11%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Alasan pemerintah mengusulkan opsi kebijakan multitarif PPN


Senin, 17 Mei 2021 / 17:31 WIB
Alasan pemerintah mengusulkan opsi kebijakan multitarif PPN
ILUSTRASI. Alasan pemerintah mengusulkan opsi kebijakan multitarif PPN

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah berencana memperbarui ketentuan tarif pajak pertambahan nilai (PPN). Kebijakan saat ini tarif PPN dibanderol sebesar 10%, maka nantinya tarif PPN akan ditingkatkan atau menggunakan skema multitarif.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengatakan pemerintah saat ini tengah mempertimbangkan skema multitarif, berubah dari ketentuan saat ini yakni single tarif. Dia bilang hal ini sejalan dengan tren yang berlangsung di negara-negara lain. 

“Di beberapa negara multitarif PPN diterapkan. Ada standard rate yang bisa disesuaikan dan rate atas barang dan jasa lain,” kata Suryo pekan lalu.

Suryo menyampaikan skema multitarif PPN antara lain terdiri  dari pengenaan tarif PPN lebih rendah untuk barang-barang dan jasa tertentu yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga: Pemerintah cetuskan skema multitarif PPN, CITA sarankan barang-barang ini

Sementara itu, pengenaan tarif lebih tinggi untuk barang mewah/sangat mewah. Tujuannya untuk memberikan rasa keadilan pagi para wajib pajak.

Catatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kemenkeu ada 14 negara yang menerapkan multitarif dengan rata-rata tarif PPN untuk barang/jasa untuk konsumsi masyarakat berpenghasilan rendah sebesar 8,1%. Sedangkan rerata tarif PPN untuk barang mewah sebesar 21,7%.

Adapun dari 14 negara tersebut persentase tarif PPN rendah dibanding tarif PPN tinggi hanya 37,9%. Artinya, secara umum mayoritas barang/jasa masuk dalam kategori tarif PPN barang mewah. 

Misalnya Austria, untuk tarif PPN atas barang/jasa mewah sebesar 20%, sementara bagi barang/jasa yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah sebesar 13%, dengan persentase reduced rate dibanding standard rate 65%.

Kemudian, Hungaria menetapkan standard rate sebesar 27% dan reduced rate 5%, dengan persentase tarif PPN rendah dibanding tarif PPN tinggi 19%.

Baca Juga: Anggota Komisi XI DPR ini kritisi usulan pemberlakukan multitarif PPN

Suryo menyampaikan latarbelakang pemerintah mencetuskan rencana multitarif PPN yakni agar disiplin fiskal dalam terjadi. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020 pada tahun 2023 defisit harus kembali di 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Oleh karenanya, penerimaan pajak perlu digenjot, tak terkecuali lewat PPN. “Kita perlu mencari alternatif di tengah ruang fiskal yang sempit,” kata Suryo.

Kendati demikian, otoritas belum bisa membeberkan klasifikasi barang/jasa atas skema PPN multitarif. “Karena masih dalam pembahasan dan kajian. Kami belum dapat memberikan perkiraan,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemenkeu, Neilmaldrin Noor, kepada Kontan.co.id, Senin (17/5).

Baca Juga: Bersiaplah tarif PPN bakal naik tahun depan, pemerintah buka dua opsi

Di sisi lain, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani menilai apapun skema yang digunakan pemerintah pastinya akan semakin memberatkan dunia usaha. Sebab, apapun model kebijakan PPN nanti, tetap ada tarif yang naik. 

Setali tiga uang, haga jual barang/jasa makin mahal dan tak lagi kompetitif yang justru pada akhirnya membebani masyarakat. Menurut Ajib, ekonomi di tahun depan belum sepenuhnya pulih seperti periode sebelum pandemi. Dus, daya beli masyarakat makin loyo jika ditambah beban kenaikan tarif PPN single tarif maupun multitarif.

Selanjutnya: Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 7% di kuartal II

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×