kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Aktivitas ekonomi dengan Malaysia belum terganggu


Minggu, 29 Agustus 2010 / 21:21 WIB


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Edy Can

JAKARTA. Ketegangan antara Indonesia dengan Malaysia tak berimbas pada aktivitas perekonomian. Sebab, aktivitas perekonomian mempunyai kepentingan yang berbeda.

Deputi Menko Perindustrian dan Perdagangan Edi Putra mengatakan, ekspor dari dan ke Malaysia akan jalan terus. "Pelaku usahanya sudah dari dulu sama. Lagipula kalau dengan Malaysia kita lebih banyak investasinya daripada perdagangannya," kata Edi.

Edi menambahkan, kegiatan perekonomian Indonesia dan Malaysia sebetulnya lebih berupa pengiriman barang dari investasi di sektor riil yang dilakukan masing-masing negara. Misalnya, pengusaha Malaysia memiliki kebun kelapa sawit di Indonesia, produk hulunya kemudian dikirim ke Malaysia untuk diolah lagi di sana sebelum hasilnya diekspor ke negara-negara lain.

Pendapat senada keluar dari Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofyan Wanandi. "Saya belum melihat secara ekonomi kita akan terganggu. Masalah ketegangan ini lebih banyak di bidang politik. Pengusaha tidak merasa terlibat di dalam konflik-konfli."

Akan tetapi, Sofyan menambahkan, jika memang konflik kian memanas dan sampai menghambat aktivitas perekonomian maka Indonesia maupun Malaysia akan sama-sama dirugikan. Bedanya, Malaysia punya potensi kerugian lebih besar. Hal ini dikarenakan Malaysia punya investasi cukup besar di Indonesia mulai dari sektor perkebunan, perbankan, sampai telekomunikasi. "Tapi kita juga pasti akan dirugikan. Investasi Malaysia memberikan lapangan pekerjaan juga bagi masyarakat kita, " katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×