kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Tiga aparat KKP dipaksa teken tiga dokumen


Rabu, 25 Agustus 2010 / 11:36 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tiga aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sempat dipaksa meneken tiga dokumen. Ketiga dokumen itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (25/8).

Ketiga dokumen itu yakni surat pembebasan penahanan, dokumen barang bukti dan surat pernyataan telah melanggar batas wilayah lengkap dengan koordinatnya.

Namun, ketiga pegawai tersebut menolak meneken surat tersebut. Sempat terjadi tarik ulur antara aparat KKP dengan Polis Diraja Malaysia. "Tapi tidak ada penandatangan dokumen apa pun," ujar Marty di Komisi I DPR, Rabu (25/8).

Karena perdebatan itu, pembebasan tiga petugas itu sempat terlambat. Yang awalnya bisa dibebaskan pada tanggal 16 Agustus sore, baru bisa bebas pada keesok harinya bisa bebas.

Seperti diketahui, ketiga aparat KKP ditangkap Polis Diraja Malaysia pada 13 Agustus lalu. Ketiganya dituduh telah melanggar batas wilayah Malaysia. Padahal, ketiga aparat itu justru memergoki tujuh nelayan Malaysia sedang menangkap ikan di perairan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×