kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

AJI Jakarta kecam intervensi pemilik media


Selasa, 08 April 2014 / 19:55 WIB
ILUSTRASI. Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 16-22 November 2022


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam praktik intervensi pemilik media terhadap pengambilan keputusan di ruang redaksi menyangkut pemberitaan. Praktik ini makin keras menjelang Pemilu 2014 esok.

Menurut Umar Idris, Ketua AJI Jakarta, insiden kemarahan Ardiansyah Bakrie Direktur Visi Media Asia Tbk (VIVA) atas iklan Jokowi yang dipasang di portal berita Viva.co.id adalah kasus terhangat. "Ini seharusnya jadi pembelajaran berharga buat pemilik media, termasuk MNC TV dan Metro TV," kata Umar di Jakarta, Selasa, (8/4).

Agar kasus ini tidak terus terulang, pemilik media seharusnya segera menyetop bentuk intervensi atas pemberitaan di dapur media. Tak hanya itu, Dewan Pers sudah semestinya segera memanggil Ardie Bakrie dan para pemilik media yang lain.

Ranah media adalah milik publik. Kebijakan redaksi adalah bagian pemenuhan kepentingan publik. "Segala bentuk intervensi jelas bertentangan dengan kode etik jurnalistik," pungkas Umar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×