kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Ahmad Dhani tidak bisa dipidanakan


Kamis, 12 September 2013 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Kontan - Trading Competition Native Online


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Saksi ahli perancang Undang-undang Lalulintas dari Universitas Gadjah Mada, Nur Hasan Ismail menegaskan mengacu kepada Undang-undang Lalu Lintas, Ahmad Dhani ayah dari AQJ alias Dul (13), tersangka kecelakaan di Tol Jagorawi tidak bisa dipidanakan.

"Tetap dari sisi UU lalin tidak ada perintah pengalihan tanggung jawab dari pelaku di bawah umur ke orang tua. Karena UU tidak mengatakan itu," ujar Nur Hasan, Kamis (12/9/2013) di Ditlantas Pancoran, Jakarta.

Nur Hasan menjelaskan dalam Undang-undang hanya mengatakan pengalihan hukuman dari pelaku kecelakaan lalulintas bisa dilakukan ke instrukturnya apabila saat kecelakaan pelaku masih dalam tahap belajar dan belum memiliki SIM.

"Kalau dalam kontes pengalihan ke pelaku kecelakaan ke instruktur itu bisa dalam konteks ada pendampingan, dan itu dikenakan Pasal 79 UU Lalu Lintas," ungkap Nur Hasan.

Lalu mengenai UU Perlindungan dan Pengadilan Anak yang mengatakan bisa dialihkan hukuman anak dibawah umur ke orangtua, hal itu tidak bisa diterapkan karena UU baru berlaku pada Juli 2014 mendatang. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×