kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.914   -281,38   -4,54%
  • KOMPAS100 783   -41,23   -5,00%
  • LQ45 590   -29,77   -4,81%
  • ISSI 205   -9,46   -4,41%
  • IDX30 334   -15,33   -4,38%
  • IDXHIDIV20 413   -15,06   -3,52%
  • IDX80 89   -4,94   -5,27%
  • IDXV30 113   -4,40   -3,74%
  • IDXQ30 108   -4,14   -3,69%

Ahmad Dhani tidak bisa dipidanakan


Kamis, 12 September 2013 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Kontan - Trading Competition Native Online


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Saksi ahli perancang Undang-undang Lalulintas dari Universitas Gadjah Mada, Nur Hasan Ismail menegaskan mengacu kepada Undang-undang Lalu Lintas, Ahmad Dhani ayah dari AQJ alias Dul (13), tersangka kecelakaan di Tol Jagorawi tidak bisa dipidanakan.

"Tetap dari sisi UU lalin tidak ada perintah pengalihan tanggung jawab dari pelaku di bawah umur ke orang tua. Karena UU tidak mengatakan itu," ujar Nur Hasan, Kamis (12/9/2013) di Ditlantas Pancoran, Jakarta.

Nur Hasan menjelaskan dalam Undang-undang hanya mengatakan pengalihan hukuman dari pelaku kecelakaan lalulintas bisa dilakukan ke instrukturnya apabila saat kecelakaan pelaku masih dalam tahap belajar dan belum memiliki SIM.

"Kalau dalam kontes pengalihan ke pelaku kecelakaan ke instruktur itu bisa dalam konteks ada pendampingan, dan itu dikenakan Pasal 79 UU Lalu Lintas," ungkap Nur Hasan.

Lalu mengenai UU Perlindungan dan Pengadilan Anak yang mengatakan bisa dialihkan hukuman anak dibawah umur ke orangtua, hal itu tidak bisa diterapkan karena UU baru berlaku pada Juli 2014 mendatang. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×