kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.967   75,00   0,42%
  • IDX 5.913   -188,25   -3,09%
  • KOMPAS100 770   -25,15   -3,16%
  • LQ45 583   -15,60   -2,61%
  • ISSI 205   -6,92   -3,27%
  • IDX30 330   -8,19   -2,42%
  • IDXHIDIV20 404   -8,21   -1,99%
  • IDX80 87   -2,80   -3,11%
  • IDXV30 109   -1,85   -1,66%
  • IDXQ30 106   -2,12   -1,97%

Ada uang baru, uang lama tetap berlaku


Senin, 19 Desember 2016 / 21:25 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) hari ini secara resmi mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun emisi 2016.

Uang rupiah yang diedarkan tersebut mencakup seluruh pecahan, yakni tujuh uang rupiah kertas dan empat uang rupiah logam.

Bank sentral menyatakan, peredaran uang rupiah NKRI tahun emisi 2016 tidak menggantikan uang rupiah yang beredar saat ini. Dengan demikian, uang rupiah yang lama tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.

“Untuk uang yang masih beredar ini masih berlaku,” kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta, Senin (19/12).

Agus menuturkan, uang rupiah yang sudah beredar saat ini hanya tidak berlaku ketika bank sentral mencabut dan hal itu dinyatakan secara khusus oleh bank sentral.

Menurut dia, bank sentral pun hingga kini belum ada keputusan apapun untuk mencabut dan menarik peredaran uang rupiah yang ada saat ini.

“Ini keputusan yang diambil, belum ada rencana untuk mencabut yang sekarang. Yang sekarang tetap beredar secara efektif,” ungkap Agus.

Ia menjelaskan, penerbitan uang rupiah NKRI tahun emisi 2016 sesuai dengan Undang-undang Mata Uang.

Uang rupiah tersebut berlaku untuk semua transaksi pembayaran di wilayah Indonesia, di mana semua transaksi diwajibkan untuk dilakukan dalam mata uang rupiah. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×